Produksi Baterai Kendaraan Listrik Masih Tersendat AMDAL

Kompas.com - 09/03/2020, 17:01 WIB
Empat prinsipal Jepang bersatu mendopang infrastruktur mobil listrik. CarscoopEmpat prinsipal Jepang bersatu mendopang infrastruktur mobil listrik.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembangunan dan produksi baterai kendaraan listrik berjenis lithium ion di Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, masih terhambat izin analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Meski demikian, segala tahapan perencanaannya masih terus berjalan. Bahkan, sudah ada beberapa industri yang ingin bergabung, sebagaimana dikatakan CEO PT IMIP Alexander Barus.

"Saat ini memang kita masih memberlakukan pembatasan WNA dari luar negeri ke kawasan IMIP dan sebaliknya guna mencegah penyebaran virus corona. Namun itu tidak mempengaruhi berbagai kegiatan kami," kata Alexander kepada Kompas.com di sela-sela pameran GIICOMVEC 2020 belum lama ini.

Baca juga: Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Morowali Resmi Dibangun

Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf Foto: Wikipedia/H.Kashioka Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf

"Adapun terkait pekembangan produksi baterai dan recycle-nya di Morowali, kini masuk tahap finalisasi AMDAL tanning. Ini termasuk dengan nikel dan sebagainya," lanjut Alexander.

Ia tidak bisa memastikan kapan izin AMDAL bisa selesai. Namun, pihaknya bersama Kementerian terkait bakal terus mengupayakan agar program kendaraan bermotor berbasis baterai di Tanah Air bisa cepat terlaksana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Begitu urusan AMDAL itu selesai, kita akan langsung jalan," ucap Alexander.

Baca juga: Larangan Truk ODOL di Tol Jakarta-Bandung Berlaku Tanpa Pengecualian

Peletakan batu pertama pabrik baterai di Morowali Peletakan batu pertama pabrik baterai di Morowali

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa urusan izin AMDAL untuk pabrik Morowali diharapkan selesai dalam waktu dekat.

Sehingga, pada 2023 baterai lithium sudah bisa diproduksi di dalam negeri.

"Konstruksinya itu kan 18 bulan sampai 2 tahun. (Konstruksi) saya minta pararel. 2023 itu harus jadi semua," kata Luhut.

"Kita mau masuk buat pabrik lithium baterai di Morowali atau Patimban. Kita lagi timbang apakah mau ditaruh di Patimban, sedang dipertimbangkan. Tapi katodanya pasti di Morowali," lanjut Luhut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.