Awas Kena Derek Razia Parkir Liar, Ada yang Denda Sampai Rp 80 Juta

Kompas.com - 09/02/2020, 16:23 WIB
Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur saat menderek mobil yang parkir di bahu Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIPetugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur saat menderek mobil yang parkir di bahu Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pemilik kendaraan di Jakarta, sudah tidak bisa lagi berhenti di sembarang jalan. Kendaraan yang parkir di sejumlah jalan Jakarta harus bersiap untuk diderek oleh Dinas Perhubungan (Dishub)

Samsudin selaku Pengawan Derek Zona B menjelaskan kendaraan yang akan di derek adalah kendaraan yang sudah berada di katagori parkir liar.

“Kategori parkir liar ini adalah kendaraan yang parkir di bahu jalan tanpa dilengkapi marka jalan atau rambu parkir P biru,” ujar Samsudin selaku Pengawas Derek Zona B Jakarta Timur kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Sepeda Motor Nekat Terjang Banjir, Waspada Oli Bercampur Air

Menurutnya banyak para pengemudi atau supir angkutan umum yang berdalih ‘hanya berhenti sebentar’ bukan memarkirkan kendaraannya.

“Yang namanya berhenti itu hanya sekedar menaiki atau menuruni penumpang, hal tersebut masih bisa kita pahami selama kelihatan petugas. Jika tidak tentu akan kami tindak,” ujar Samsudin.

Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menderek mobil yang parkir di bahu jalan di kawasan Jalan Widya Chandra, Jakarta, Selasa (10/10). Dalam razia tersebut petugas melakukan pencabutan pentil kendaraan yang parkir di bahu jalan dan trotoar karena dinilai mengganggu pengguna jalan sekaligus untuk membuat jera para pelaku. ANTARA FOTO/Reno Esnir/kye/17.ANTARA FOTO/RENO ESNIR Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menderek mobil yang parkir di bahu jalan di kawasan Jalan Widya Chandra, Jakarta, Selasa (10/10). Dalam razia tersebut petugas melakukan pencabutan pentil kendaraan yang parkir di bahu jalan dan trotoar karena dinilai mengganggu pengguna jalan sekaligus untuk membuat jera para pelaku. ANTARA FOTO/Reno Esnir/kye/17.

Sesuai dengan peraturan dalam perda nomor 5 tahun 2014, untuk denda atau biaya penggunaan derek dikenakan Rp500.000 perhari. Biaya denda tersebut akan diakumulasikan setiap harinya.

“Kalau kendaraannya tidak diambil, denda itu akan terus diakumulasikan satu juta dan seterusnya, bahkan ada yang sudah denda 80 juta dan belum ditebus mobilnya sampai sekarang,” ujar Samsudin.

Baca juga: Ketahui Batas Aman Mobil Listrik Terabas Banjir

Samsudin menjelaskan untuk menembus mobil yang sudah dikandangkan oleh pihak Dishub karena parkir liar sebenarnya tidak sulit.

Jika kendaraan di derek pengendara akan diberikan nomer virtual account dengan cara mengirimkan SMS ke 085799200900 dengan format “parkir (spasi) nomer kendaraan.

Nomor virtual account tersebut nantinya digunakan untuk membayar retribusi Rp 500.000 ke Bank DKI melalui teller atau ATM.

Selain itu, syarat lain pengambilan kendaraan harus membawa surat-surat kelengkapan kendaraan.

“Membawa bukti pembayaran denda derek, kemudian untuk mobil pribadi membawa STNK dan KTP, kalau angkutan umum harus bawa buku KIR atau STUK dan STNK. Sedangkan untuk wilayah pengambilannya bisa diambil di wilayah penindakan masing-masing” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X