Kecelakaan Bus di Subang, Operator Belum Kantongi Izin Operasional

Kompas.com - 21/01/2020, 09:12 WIB
Ilustrasi kecelakaan bus di jalan bebas hambatan. Sumber: Shutterstock Ilustrasi kecelakaan bus di jalan bebas hambatan. Sumber: Shutterstock
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Kemenhub bersama pihak terkait langsung turun ke lapangan, untuk melakukan pengecekan kecelakaan bus pariwisata PO Purnama Sari di Subang, Jawa Barat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diketahui, operator ternyata belum mengantongi izin operasional bus tersebut.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/1/2020).

Budi menjelaskan, setelah kecelakaan yang menewaskan delapan orang terjadi, pihaknya bersama pihak terkait, seperti dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kepolisian, termasuk mekanik Mercedes-Benz (Mercy) langsung melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Deretan Kecelakaan Bus Maut, Korban Tewas Puluhan Orang

“Dia (operator) tidak mempunyai izin untuk operasional bus pariwisata itu. Jadi ini memang membutuhkan pengawasan,” ujarnya.

Budi pun meminta kepada pihak operator atau pemilik perusahaan otobus (PO) agar tidak menggampangkan masalah administrasi atau perizinan.

Jika memang belum mengantongi izin sebaiknya bus jangan dioperasionalkan dulu.

“Pelanggaran administrasi (perizinan), ini sangat penting bagi pihak operator jadi jangan digampangkan. Kalau belum komplit ya jangan mengoperasikan, jadi urus dulu perizinannya,” ujarnya.

Bus pariwisata PO Purnamasari nomor polisi E 7508 W yang mengalami kecelakaan tunggal di jalan turunan Kampung Nagrog Desa Palasari Kecamatan Ciater, Subang, Sabtu (18/1/2020) sekitar pukul 17.35 WIB. Kecelakaan ini menyebabkan 8 orang meninggal, 10 orang luka berat dan 20 orang luka ringan.Dok Humas Polda Jabar Bus pariwisata PO Purnamasari nomor polisi E 7508 W yang mengalami kecelakaan tunggal di jalan turunan Kampung Nagrog Desa Palasari Kecamatan Ciater, Subang, Sabtu (18/1/2020) sekitar pukul 17.35 WIB. Kecelakaan ini menyebabkan 8 orang meninggal, 10 orang luka berat dan 20 orang luka ringan.

Budi menegaskan, perizinan adalah bagian yang wajib dipenuhi sebelum bus benar-benar digunakan untuk mengangkut penumpang. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan keselamatan juga.

“Namanya izin kan harus ada, nanti dari kepolisian pastinya juga akan mengembangkan lebih lanjut kasus ini,” kata Budi.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X