Mulai Musim Hujan, Begini Cara Gampang Cek Kondisi Karet Wiper

Kompas.com - 10/10/2019, 13:14 WIB
Ilustrasi berkendara di musim hujan illawarramercury.com.auIlustrasi berkendara di musim hujan
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa wilayah di Indonesia termasuk Jabodetabek sudah mulai diguyur hujan. Meski belum terlalu intens, namun bisa dipastikan sesaat lagi musim hujan akan segera tiba.

Khusus bagi pemilik mobil, sudah saatnya mempersiapkan kondisi kendaraan. Salah satu yang paling penting adalah memastikan bila fitur wiper masih berfungsi dengan baik.

"Paling utama saat musim hujan itu memastikan kondisi wiper, mulai dari fungsi motornya, sampai kondisi karet yang berguna untuk menyapu air. Cek lagi apakah semuanya masih normal dan baik, bila tidak bisa segera diganti dengan yang baru," ujar Service Parts Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Pakai LED, Amankah Xenia Baru Melintas Saat Hujan?

Untuk memastikan karet wiper masih layak pakai atau berfungsi normal, menurut Anjar memang sulit untuk dilihat secara visual saja. Harus melalui pengetesan untuk mengetahui kondisinya.

Bosch WiperBosch Bosch Wiper

Pemilik mobil bisa lebih dulu mengaktifkan water spray. Setelah cairan wiper keluar, biasanya wiper akan langsung berkerja otomatis untuk menyapu atau membilas kaca depan maupun belakang.

Cek kondisi wiper saat menyapu cairan tersebut, apakah ada bunyi-bunyi yang ditimbulkan ketika wiper bekerja, atau hasil sapuan dari wiper tidak rata. Bila terjadi hal demikian, bisa dipastikan karet wiper mulai mengeras sehingga proses kerjanya tak maksimal.

Baca juga: Wiper Mulai Malas Turun-Naik, Cek Komponen Ini

Merawat wiper kaca mobilautofresh.net Merawat wiper kaca mobil

"Kalau saat digunakan menyapu air ada garis atau tidak sempurna, itu sudah tanda karet wiper tak lagi optimal, begitu juga saat timbul bunyi-bunyian. Biasanya karena karet wiper sudah mulai mengeras," ujar Anjar.

Keret yang mengeras bisa terjadi akibat sering terpapar sinar matahari, contohnya seperti mobil yang terlalu sering parkir di bawah terik matahari langsung. Akibat terjadi pengerasan, menurut Anjar karet kehilangan gaya elastisnya sehingga tak maksimal saat digunakan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X