Tilang Perluasan Ganjil Genap Baru Dimulai 9 September 2019

Kompas.com - 07/08/2019, 16:04 WIB
Sejumlah petugas gabungan memberi arahan kepada pengendara mobil pada uji coba ganjil genap di ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Senin (16/4/2018). Uji coba yang dilakukan setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB diharapkan dapat mengurai kemacetan. MAULANA MAHARDHIKASejumlah petugas gabungan memberi arahan kepada pengendara mobil pada uji coba ganjil genap di ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Senin (16/4/2018). Uji coba yang dilakukan setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB diharapkan dapat mengurai kemacetan.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akhirnya resmi mengumumkan soal rencana perluasan ganjil genap. Ada 16 ruas baru yang akan terdampak sehingga totalnya kini menjadi 25 ruas jalan.

Masa sosilisasi saat ini sudah berjalan hingga 8 September 2019. Sementara untuk implementasi penuh soal penerapannya bakal dilakukan pada 9 September 2019, termasuk mengenai pengenaan sanksi tilang dari pihak kepolisian.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP I Made Agus Prasetya, menjelaskan bila pihaknya akan melakukan tindakan beruapa tilang bagi para pengendara mobil yang melanggar ganjil genap pada 9 September nanti.

Baca juga: Sepeda Motor Tak Kena Ganjil Genap

"Dari Ditlantas Polda Metro Jaya akan mulai melakukan tataran tindakan penegakkan hukum pada 9 September berupa represif," ucap Agus di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Ruas perluasan ganjil genap di DKI Jakarta Ruas perluasan ganjil genap di DKI Jakarta

Menurut Agus, selama tahap sosialisasi, polisi hanya akan melakukan tindakan preventif kepada pelanggar. Penempatan petugas juga akan dilakukan, terutama pada ruas-ruas baru yang terkena imbas ganjil genap.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir, menjelaskan untuk pelanggar ganjil genap secara sanksi hukum tetap sama, yakni mengacu pada Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Sama saja. Sanksinya berupa pidana kurungan dua bulan atau denda Rp 500.000, tapi ini kita terapkan setelah masa sosialisasi dan evaluasi usai pada 9 September nanti," ujar Nasir di lokasi yang sama.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X