Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/02/2018, 17:03 WIB
Aditya Maulana,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

Jakarta, KOMPAS.com - Bodi mobil atau sepeda motor yang dibungkus menggunakan stiker dipercaya masih menjadi tren di Indonesia. Peluang itu membuat Teck Wrap berani bersaing dan berkembang di pasar otomotif nasional.

Apalagi, bahan stiker yang ditawarkan punya keunggulan lebih dari merek lain. Sebab, diimpor langsung dari Amerika Serikat (AS).

Ricky Harso, Pemilik Teck Wrap Indonesia menjelaskan, sejak pertama hadir di Tanah Air sebagai distributor resmi, permintaan dari konsumen terus meningkat. Bahkan tahun ini dipastikan jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Perkembangannya cukup signifikan, apalagi dengan banyak mengikuti kegiatan jadi masyarakat bisa lebih banyak tahu tentang wraping stiker ini,” ujar Ricky di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Baca juga: Simak Tren Stiker Mobil Tahun Ini

Menurut Ricky, orang Indonesia termasuk yang ingin mengikuti tren dunia, termasuk dalam pemasangan stiker di bodi mobil atau motor. Hal tersebut menjadikan pertumbuhan disektor ini meningkat signifikan.

“Orang yang mau membuka usaha di bidang ini juga menjadi berkembang. Kami juga membuka peluang buat siapa saja yang mau membuka usaha wraping stiker ini, kami terbuka untuk siap saja,” ucap Ricky.

Kelas Wraping Stiker

Pilihan Warna Stiker Teck WrapKOMPAS.com / Aditya Maulana Pilihan Warna Stiker Teck Wrap

Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 yang berlangsunf 19-29 April tahun ini Teck Wrap Indonesia juga akan membuka kelas buat siapa saja yang ingin memperdalam usaha di bidang stiker otomotif.

“Kami akan datangkan gurunya langsung dari prinsipal kami dari AS dan Rusia. Jadi semuanya bisa tahu bagaimana cara membungkus stiker pada mobil yang baik dan benar,” kata dia.

Bagi yang tertarik, cukup membeli dua roll Teck Wrap dan akan mendapatkan satu tiket VIP selama enam hari untuk satu orang. Sementara paket kedua, cukup beli tiga roll Teck Wrap dan akan mendapatkan tiket serupa buat dua orang.

“Setelah itu boleh ikut kelas ini, kami akan adakan secara langsung buat yang tertarik,” kata Ricky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com