Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/01/2023, 10:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang mahasiswi asal Cianjur, Jawa Barat meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari. Pelakunya disebut merupakan salah satu mobil rombongan pengawal pejabat kepolisian dari Jakarta.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (20/1/2023) sekitar pukul 14.55 WIB di Kampung Sabandar, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pengunggah di media sosial mengeklaim, pihak kepolisian terkesan menutup-nutupi kasus ini, sehingga tak kunjung terungkap.

Baca juga: BMW Siap Luncurkan M3 CS, Mobil Bertenaga Buas

Polisi saat melakukan olah TKP (Kompas.com/Rizki Alfian Restiawan) Polisi saat melakukan olah TKP

Pihak polisi buka suara. Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan membenarkan adanya korban jiwa dalam kecalakaan tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV, Doni menyebut pelaku tabrak lari mengendarai sedan warna hitam merek Audi jenis A8, dan memastikan bahwa kendaraan itu bukan bagian dalam rombongan pengawalan.

"Kendaraan tersebut merupakan kendaraan yang masuk ke dalam rombongan pengawalan, dalam artian bukan dalam rombongan inti dan memaksa masuk ke dalam rombongan pengawalan," jelas Doni dalam keterangannya, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Bedah Kelas Layanan PO Raya, Mulai Junior Executive sampai Super Top

Kecelakaan lalu lintas karena diduga hilang kendali akibat tertinggal rombongan iring-iringan mobil jenazah, sehingga satu mobil menabrak separator busway di Jalan Pramuka Raya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (6/7/2022).Dok. Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat Kecelakaan lalu lintas karena diduga hilang kendali akibat tertinggal rombongan iring-iringan mobil jenazah, sehingga satu mobil menabrak separator busway di Jalan Pramuka Raya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (6/7/2022).

Bicara soal mobil yang suka ikut iring-iringan pengawalan, Training Director Safety Defensive Consultant Sonny Susmana mengatakan, memang tipe pengemudi seperti ini.

Tak jarang terlihat satu atau dua kendaraan sipil yang ikut iring-iringan. Padahal, membuntuti iring-iringan kendaraan sangat berisiko dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Pengemudi seperti itu termasuk ke dalam tipe Tourist, dia akan nebeng dan masuk rangkaian dan sesampai ke tempat tujuan, dia akan keluar rangkaian,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Menurutnya, pengemudi tipe itu tidak memahami etika dan kebersamaan dalam berlalu lintas karena memanfaatkan situasi ini bukan cerdas, melainkan terlihat bodoh.

Baca juga: Inden Kijang Innova Zenix Hybrid Sampai Tahun Depan, Ini Alasannya

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghentikan iring-iringan mobil  di Jalan Raya Kesesi Rejo, Kecamatan Bodeh Kabupaten Pekalongan. Ganjar mendadak berhenti saat melihat seorang perempuan jatuh ke dalam selokan, Kamis (26/10/2017)
DAVID OLIVER PURBA/ KOMPAS.com Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghentikan iring-iringan mobil di Jalan Raya Kesesi Rejo, Kecamatan Bodeh Kabupaten Pekalongan. Ganjar mendadak berhenti saat melihat seorang perempuan jatuh ke dalam selokan, Kamis (26/10/2017)

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.