Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/12/2022, 11:02 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kerap terjadi kecelakaan bus pariwisata di jalan-jalan yang sempit, menanjak dan minim penerangan. Kondisi jalan seperti ini banyak dijumpai tempat-tempat wisata seperti pantai dan pegunungan.

Selain karena faktor kondisi jalan, salah satu faktor penyebab banyaknya korban jiwa adalah kondisi bus itu sendiri yang sebenarnya minim fitur keselamatan. Seperti yang terjadi di Tebing Bego, Bantul kondisi bus minim fitur keselamatan dan bodinya sudah banyak yang keropos.

Berdasarkan temuan KNKT dalam Forum Kehumasan dan Media Rilis “Keselamatan Bus Pariwisata di Indonesia (Studi Kasus Kecelakaan Bus Wisata di Tebing Bego Bantul), kecelakaan yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia itu bisa dijadikan pembelajaran.

Baca juga: Kemenhub Bakal Wajibkan Bus Pariwisata Masuk Terminal pada Nataru

Bus pariwisata PO Sumex 97 Dok. Hino Bus pariwisata PO Sumex 97

Sehingga menjadi penting bagi Anda untuk memilih bus pariwisata yang layak sebelum digunakan untuk bepergian. Bagaimana tips memilihnya?

Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Achmad Wildan, mengatakan untuk saat ini belum ada sistem yang mempermudah penumpang dalam memilih bus pariwisata yang aman dan layak.

“Nantinya, saya berharap pemerintah bisa menerbitkan standar penilaian berupa rating bus, rentang nilai tersebut memuat berbagai aspek yang mencakup fasilitas, keamanan, perijinan dan lain sebagainya, sehingga calon penumpang akan lebih mudah dalam memilih bus,” ucap Wildan.

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Kemenhub Instruksikan Ramp Check Bus Pariwisata

Bus pariwisata PO SahaalahDOK. LAKSANABUS Bus pariwisata PO Sahaalah

Dia mengatakan bila belajar dari kasus kecelakaan di Tebing Bego Bantul korban yang meninggal dunia cukup banyak, padahal kecelakaan tersebut tidak begitu parah.

“Jumlah korban jiwa cukup banyak, seharusnya bila bus dilengkapi dengan fitur keselamatan seperti sabuk keselamatan, korban jiwa tidak akan sebanyak itu,” ucap Wildan.

Selain sabuk keselamatan yang tidak ada di bus tersebut, bodi bus juga banyak yang terlihat sudah keropos. Tentu saja hal itu akan membuat perlindungan kepada penumpang berkurang.

Baca juga: Kronologi Bus Pariwisata Terbakar di Lamongan, Diduga Korsleting, Tidak Ada Korban Jiwa

Bus pariwisata baru PO TAM Laksanabus Bus pariwisata baru PO TAM

“DItemukan bodi bus sudah banyak yang keropos, coba saja kalau bodinya masih kokoh maka penumpang akan lebih terlindungi,” ucap Wildan.

Dia juga mengatakan dari temuan lainnya, kaca bus tersebut tidak dilengkapi dengan safety glass yang artinya pecahan kaca tersebut dapat membuat penumpang celaka.

“Kaca bus seharusnya terbuat dari safety glass, jika tidak maka kaca bus bisa menjadi mesin pembunuh yang sangat ampuh, pecahan kaca tersebut tentu bisa membuat penumpang tertusuk dan lain sebagainya,” ucap Wildan.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Kejapanan-Sidoarjo, Bus Pariwisata Terguling Usai Hantam Pembatas Jalan, 3 Orang Tewas

Bus pariwisata PO Satria MudaDOK. NEW ARMADA Bus pariwisata PO Satria Muda

Jadi, untuk saat ini penumpang bus masih kesusahan dalam menilai kualitas bus yang akan ditumpanginya. Penumpang hanya bisa memperhatikan fasilitas perjalanan dan harga tiketnya saja, padahal fitur keselamatan bus juga penting untuk diperhatikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.