Kompas.com - 02/10/2022, 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Populasi kendaraan listrik niaga di Indonesia memang mulai ramai. Untuk bus listrik, sudah ada berbagai merek dari China yang menjual produknya di Indonesia.

Sedangkan untuk truk listrik, beberapa APM asal Jepang sudah mulai melakukan uji coba di Indonesia. Namun ada satu pabrikan besar yang saat ini masih belum turut serta menjual produk listrik di Indonesia, yakni Mercedes Benz.

Naeem Hassim, President Director PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) APM Mercedes Benz Truck & Bus mengatakan, pihaknya tidak mau cuma menjadi penjual produk saja, tapi mau menawarkan paket lengkap ke pelanggan.

Baca juga: Truk Mercedes-Benz Tagih Janji BBM Standar Emisi Euro 4

Sasis bus listrik Mercedes Benz eO500UMERCEDES-BENS-BUS.com Sasis bus listrik Mercedes Benz eO500U

"Kami tidak akan meninggalkan customer dengan produk saja tapi mereka tidak melihat dari sisi infrastruktur dan konsultasi. Nanti saat customer dapat kendaraan elektrik, dan dia bilang, saya tidak bisa cas, tidak tahu harus diapakan, tidak bisa diservis, tidak tahu servis di mana, ini yang harus kita kerjakan, agar kita bisa memberi paket komplet," ucapnya di Jakarta belum lama ini.

Naeem menjelaskan, Daimler punya filosofi agar memberikan paket yang lengkap kepada pelanggan. Jadi nantinya customer bisa tahu perhitungan yang lengkap agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.

"Ini filosofi Daimler, dan ya, mungkin kami bukan jadi pemimpin, tidak masalah. Kami mau memastikan kalau penawaran yang lengkap bisa diterima customer," ucapnya.

Baca juga: Video Viral Kebut-kebutan Motor Jatuh di Jalan Layang

Daimler menerapkan penawaran yang komplet ini pada penjualan produk dengan mesin diesel. Pelanggan jadi tahu apa Total Cost Ownership (TCO) saat membeli produk Daimler.

"Begitu juga untuk kendaraan listrik, kami mau memastikan konsultasi, infrastruktur, cost parity, dan produk. Ini harus make sense untuk perusahaan, tapi paling penting, ini harus memperlihatkan manfaat," ucapnya.

DCVI sendiri berencana untuk mendatangkan prototipe sasis bus listrik ke Indonesia di kuartal pertama atau kedua 2023. Nantinya, sasis tersebut targetnya bisa dirakit di Indonesia dan turut memajukan karoseri lokal untuk membuat bodinya.

Sedangkan untuk truk listrik, DCVI masih melihat respons pelanggan. Mengingat per 2024, truk listrik Mercedes Benz eActros LongHaul baru dipasarkan di Eropa, bisa saja di 2025 akan hadir di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.