Kompas.com - 01/10/2022, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan otonom disebut-sebut sebagai teknologi masa depan. Namun, bukan hanya dari mobilnya saja yang harus canggih. Jaringan internet juga harus mendukung.

Mobil modern sekarang ini sudah banyak yang termasuk ke dalam golongan kendaraan semi otonom. Meskipun, rata-rata hanya berada di Level 2, yang masih membutuhkan intervensi pengendalian dari pengemudi.

Baca juga: Mengenal Ragam Komponen Pendukung Kendaraan Otonom

Untuk bisa terus berkembang ke level selanjutnya, tidak hanya teknologinya yang perlu ditingkatkan. Tapi, ada faktor lainnya yang tidak kalah krusial.

Banyak masyarakat ingin mencoba naik autonomous electric vehicles (AV) atau kendaraan listrik tanpa awak yang berlokasi di QBig BSD City.  BSD City Banyak masyarakat ingin mencoba naik autonomous electric vehicles (AV) atau kendaraan listrik tanpa awak yang berlokasi di QBig BSD City.

Iwa Garniwa, Rektor Institut Teknologi PLN, mengatakan, ketika membangun kendaraan otonom, di tahun 2020, rata-rata mobil otonom memproses 4.000 gigabyte (GB).

"Jadi, mobil melakukan manuver itu butuh 4.000 GB. Kalau kita bandingkan dengan kita bermain HP, bisa sampai 1,5 GB," ujar Iwa, saat talk show dalam pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Mengenal Tingkatan Sistem Otonom pada Mobil Modern

Artinya, Iwa yang bergelar profesor itu menambahkan, satu mobil otonom membutuhkan 2.666 pengguna internet. Dengan membutuhkan kuota sebesar itu, maka peran penyedia layanan telekomunikasi juga penting.

Honda Autonomous Emergency BrakingThe Car Connection Honda Autonomous Emergency Braking

"Sehingga, ketika membangun kendaraan otonom, maka jaringan internet juga harus mendukung. Begitu pula teknologi informasi juga harus mendukung," kata Iwa.

Pada 2018, Telkomsel pernah memperkenalkan kendaraan otonom pertama di Indonesia yang mengandalkan teknologi 5G pada ajang Asian Games. Minibus listrik otonom tersebut bermerek Navya asal Prancis dan beroperasi tanpa sopir.

Baca juga: Spesifikasi Navya Arma, Kendaraan Listrik Otonom di Kawasan BSD

Bentuk fisik kendaraan otonomos Navya di booth Telkomsel saat acara Asian Games di GBK Senayan, Jakarta, Kamis (23/08/2018). Mobil ini merupakan mobil tanpa awak pengemudi yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Bentuk fisik kendaraan otonomos Navya di booth Telkomsel saat acara Asian Games di GBK Senayan, Jakarta, Kamis (23/08/2018). Mobil ini merupakan mobil tanpa awak pengemudi yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung.

Telkomsel menyebutkan bahwa teknologi tersebut belum dikomersialisasi. Kemungkinan masih menunggu pengembangan teknologi dan infrastrukturnya.

Pada pertengahan tahun ini, Sinarmas juga pernah memanfaatkan Navya di QBig BSD. Tapi, kendaraan otonom level 5 tersebut juga masih dalam tahap uji coba.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.