Kompas.com - 26/09/2022, 13:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Populasi sepeda motor matik alias skutik, semakin hari makin besar dan sudah jadi pilihan kebanyakan konsumen di Tanah Air.

Kondisi tersebut tak lepas dari kemudahan dan kenyamanan saat menggunakan skutik sebagai penunjang mobilitas di perkotaan.

Namun demikian, tak sedikit pengguna skutik yang mengeluhkan bila usia pakai kampas remnya lebih cepat habis. 

Perlu diketahui, untuk skutik rem jadi fitur keamanan dan keselamatan yang paling diandalkan untuk mengentikan laju roda.

Baca juga: Tak Perlu Panik bila Check Engine Skutik Menyala

Alhasil, skutik rentan mengalami masalah yang kerap disebut brake fadding, di mana kemampuan rem tak lagi maksimal dan menurun. 

Rombongan Test Ride Honda New ADV 160AHM Rombongan Test Ride Honda New ADV 160

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, penggunaan rem yang terlalu berat, kesalahan teknik berkendara, dan medan jalan ekstrem, membuat kinerja kampas rem tak lagi maksimal.

Kampas rem tidak bisa menekan sempurna dan tidak lagi pakem. Hal ini disebabkan suhu temperatur disc brake dan kaliper rem overheat. 

"Rem bekerja di luar batas wajar, bisa jadi disebabkan beban muatan over, turunan tajam, dan kesalahan pengendara yang terlalu sering menekan tuas rem," ucap Jusri kepada Kompas.com, Senin (26/9/2022). 

Baca juga: Penyebab Rem Skutik Bisa Blong di Turunan

Suhu kerja rem yang panas, otomatis membuat fungsi rem akan terasa jauh berkurang. Hal ini sebenarnya menurut Jusri, bisa dibilang adaptasi alami sistem pengereman.

Tujuannya mencegah overheat yang mempengaruhi kemampuan rem. Contoh di turunan panjang rem terus ditekan, kaliper dan piston rem bekerja lebih ekstra. Minyak rem bisa mendidih, hal ini paling dikhawatirkan dan kerap jadi penyebab angin palsu. 

Rem belakang sepeda motor matik masih menggunakan model tromol. Dicky Aditya Wijaya Rem belakang sepeda motor matik masih menggunakan model tromol.

"Angin palsu yang terperangkap dalam sistem pengereman jadi penyebab rem blong. Maka, teknik pengereman yang baik di turunan panjang perlu diberikan jeda waktu istirahat dan mengatur ritmenya. Paling tidak jeda pengereman 3-5 detik, dengan kombinasi rem depan dan belakang bergantian," kata Jusri. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.