Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab Rem Skutik Bisa Blong di Turunan

Kompas.com - 09/01/2022, 12:01 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Video sepeda motor mengalami rem blong tayang di media sosial. Diduga bahwa skutik berwarna merah tersebut mengalami rem blong di turunan karena rem panas.

Video tersebut diunggah akun TikTok @wanti 2709, diduga kejadian itu terjadi di jalur Bawang-Dieng. Motor dan pengendaranya kemudian diselamatkan sejumlah orang yang memakai rompi orange.

Baca juga: Daftar City Car Bekas di Bawah Rp 70 Juta, Ada Picanto sampai Nissan March

Joko P, pemilik bengkel spesialis skuter matik Naranata Motor, mengatakan, kondisi rem tidak pakem atau istilah awam yaitu rem blong bisa disebabkan karena terjadinya pemuaian pada seal kaliper cakram.

#fippppppppppppppppp ? Dj Palpale Papa Liat X Bilang Pa Mama Mantu - Yoga Ardiansyah RMXWatch on TikTok

Dampaknya, piston tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya dan menekan cakram atau macet.

Rem kalau dipaksa terus bekerja akan menjadi panas, jika sudah panas seal di kaliper akan memuai sehingga membuat piston di kaliper menjadi macet,” ucap Joko belum lama ini kepada Kompas.com.

Selain itu, kondisi piringan cakram yang panas juga membuat permukaan akan menjadi licin. Sehingga kampas rem tidak bisa mencengkeram dengan sempurna dan membuat rem menjadi blong.

Sebagai langkah antisipasi, Joko menyarankan, agar pengendara tidak terus-terusan menggunakan rem saat melaju di turunan.

Baca juga: All New Honda BR-V Mulai Dikirim ke Konsumen dan Diler

“Biasanya pengendara akan menekan rem secara bersamaan yakni depan dan belakang dengan tujuan agar lebih pakem. Sebaiknya gunakan rem di jalan turunan bergantian antara depan dan belakang, sehingga ada jeda untuk mendinginkan rem,” ungkapnya.

Kemudian pakai cairan rem atau minyak rem yang bermutu baik juga bisa mencegah rem tidak pakem. Di dunia mesin ada istilah vapor lock, yaitu peristiwa cairan berubah menjadi wujud uap karena panas dari sekelilingnya.

Untuk mengatasi fenomena ini ada yang menyarankan penggunaan cairan rem dengan standar US Departement of Transportation (DOT) yang lebih tinggi.

Kebanyakan penggunaan pada motor saat ini adalah DOT 3 yang memiliki titik didih hingga 205 derajat celcius.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
apapun alasannya... apapun alibinya... apapun ngedobosnya.. tetap, gagal produk. karna sudah terbukti..


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau