Selisih Rp 900, Avanza dan Kawan-kawan Bisa Beralih ke Revvo 89

Kompas.com - 06/09/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite dan Solar, sudah resmi ditetapkan. Selain itu, pembeliannya juga akan dibatasi termasuk dengan kuota pembelian bagi tiap mobil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebutkan bahwa BBM bersubsidi akan tetap dibatasi. Dia menambahkan, sekarang Pertamina sedang menyiapkan sistem pengawasan pengaturan dengan digitalisasi.

Baca juga: Harga Vivo Ikutan Naik, Ini Daftar Harga BBM per September 2022

"Diharapkan dengan metode ini, mekanisme ini kita bisa lebih mempertajam ketepatan pemanfaatan BBM subsidi ini untuk yang membutuhkan," ujar Arifin di Istana Merdeka, Sabtu (3/9/2022).

Daftar harga BBM Vivo per hari ini, Rabu (5/9/2022).KOMPAS.com/Ruly Kurniawan Daftar harga BBM Vivo per hari ini, Rabu (5/9/2022).

Dengan kenaikan harga tersebut, banyak pemilik mobil sempat beralih menggunakan bensin dari Vivo, yakni Revvo 89. Sebab, jenis bensin tersebut sempat dibanderol lebih murah, yakni Rp 8.900 per liter.

Tapi, mulai Senin (5/9/2022), harganya sudah naik menjadi Rp 10.900 per liter. Selisihnya hanya Rp 900 dan karena bukan BBM bersubsidi, maka pembeliannya tidak akan dibatasi.

Dalam revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014, pembatasan BBM bersubsidi akan dilakukan sesuai dengan kapasitas mesin. Untuk motor, hanya yang di bawah 250 cc. Sedangkan mobil, di bawah 1.400 cc.

Baca juga: Beli Pertalite dan Solar Pakai Aplikasi MyPertamina Ada Jatah Kuota

Pembelian BBM bersubsidi menggunakan aplikasi MyPertamina. Kompas.com/Donny Pembelian BBM bersubsidi menggunakan aplikasi MyPertamina.

Kehadiran Revvo 89 bisa jadi pilihan bagi para pengguna mobil 1.500 cc ke atas. Sebut saja para pemilik model mobil penguasa pasar Indonesia, yakni Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, dan terbaru Hyundai Stargazer

Belum lagi ada potensi skema kuota pembatasan, bagi mobil yang diperbolehkan beli Pertalite, adalah 120 liter per bulan. Kalau kuota ini sudah habis, mobil segmen yang diperbolehkan beli Pertalite juga akan beralih ke BBM alternatif dengan harga terdekat, kalau kuota Pertamina habis.

Tri Yuswidjajanto, dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan, orang Indonesia karakternya adalah mau bahan bakarnya seperti apa pun, yang dicari pertama adalah harga.

Baca juga: Ada Kepentingan Dalam Jatah Kuota Pembelian BBM

Test Drive Hyundai Stargazer Malang, BatuKOMPAS.com/STANLY RAVEL Test Drive Hyundai Stargazer Malang, Batu

Namun, untuk Avanza, Xenia, Xpander, Ertiga, atau mobil di kelas 1.500 cc lainnya, BBM yang direkomendasikan adalah RON 92. Sebab, menyesuaikan dengan rasio kompresi mesinnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.