Hyundai Belum Berminat Produksi Lokal Palisade di Indonesia

Kompas.com - 29/07/2022, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) resmi meluncurkan versi penyegaran dari sport utility vehicle (SUV) bongsornya, yakni New Hyundai Palisade, Kamis (28/7/2022).

Belum genap sehari meluncur, mobil ini diklaim sudah punya antrean inden pemesanan yang cukup panjang, hingga tiga bulan.

Situasi ini tak terlepas dari status CBU (completely build-up) alias masih impor secara utuh dari Korea Selatan. Alhasil, ada resistensi kuota impor dan jumlah unit yang dikirimkan tidak terlalu banyak.

Baca juga: Resmi, Ini Spesifikasi Hyundai Palisade Facelift 2022 di Indonesia

“Jadi dari Korea memang ada alokasi stok, tapi sejauh ini kita minta support dan bisa dipenuhi. Kalau dulu saja kita lihat pertama kali history tahun 2020, kami hanya di suplai 50 unit, terakhir pernah tertinggi kita disuplai sampai 400 unit tahun 2022,” ucap Makmur, Chief of Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022).

Test Drive Hyundai Stargazer di lintasan Hyundai.KOMPAS.com/Adityo Wisnu Test Drive Hyundai Stargazer di lintasan Hyundai.

Lantas, adakah niat dari HMID untuk produksi Hyundai Palisade di dalam negeri? Mengingat beberapa model teranyar seperti Hyundai Creta, Ioniq hingga Stargazer sudah diproduksi dalam negeri alias Completely Knock Down (CKD).

Menjawab hal ini, Makmur mengaku pihaknya belum ada rencana untuk produksi Hyundai Palisade di dalam negeri.

“Rencana produksi lokal belum ada. Karena semua produksi diatur dan kita harus mengelola, mana negara yang punya pabrik dan negara yang akan suplai secara regionalnya. Jadi itu diatur oleh Korea pusat, sudah dibagi-bagi supaya semuanya bisa maksimal,” kata dia.

Baca juga: ABC Lithium Sediakan Baterai Untuk Swap Energi Indonesia

Sebagai informasi, Hyundai Palisade menyandang status CBU atau diimpor secara utuh sejak pertama kali diluncurkan pada Desember 2020 lalu. Bahkan berdasarkan data Gaikindo, SUV asal Korea Selatan tersebut berhasil meraih peringkat ketiga mobil CBU yang paling banyak diimpor pada awal 2022, dengan jumlah 164 unit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.