Video Modifikasi Pelat Nomor Kendaraan, Pelat Bisa Otomatis Berubah

Kompas.com - 26/06/2022, 13:21 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Pelat nomor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) memiliki fungsi penting untuk mengidentifikasi suatu kendaraan bermotor.

Meski begitu, tidak sedikit pemilik kendaraan yang nekat melakukan pengubahan pada bentuk pelat nomor kendaraan.

Entah itu yang mengubah angka menjadi seolah huruf atau pun memodifikasi menjadi bentuk yang lainnya.

Seperti modifikasi pelat nomor kendaraan dalam unggahan akun Tiktok @papagibran25. Dalam rekaman tersebut, memperlihatkan proses pembuatan dan pemasangan pelat nomor kendaraan yang bisa diubah menjadi dua sisi untuk disematkan TNKB yang berbeda.

Baca juga: Polisi Tindak Mobil Ormas yang Pakai Sirene di Tengah Kemacetan

Pada satu sisi terlihat pelat nomor awalan G dengan akhiran huruf KQ, kemudian saat dibalik, pelat nomor tersebut berubah menjadi awalan DA dengan akhiran Q.

Unggahan ini pun mendapat berbagai komentar dari para warganet.

“Boleh tu buat ganjil genap.. gw suka lupa tanggal..,” tulis salah satu warganet.

“tutorial buat motor bang, kalau k sawah biar aman dr etle,” tulis warganet lainnya.

@papagibran25

tidak utk ditiru.

? suara asli - PAPAGIBRAN

 

Hal seperti itu memang bisa saja dilakukan pemilik kendaraan untuk mengakali petugas kepolisian, dari aturan ganjil genap atau tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) misalnya.

Namun dengan menggandakan TNKB atau memalsukan identitas kendaraan, pelanggar jelas harus menanggung apa yang telah diperbuat karena telah menyalahi aturan.

Baca juga: Tim Gajser Tercepat di Kualifikasi MXGP Indonesia 2022

Menurut pemerhati Masalah transportasi yang juga merupakan mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Budiyanto, jika memalsukan atau menggandakan pelat nomor akan dikenai sanksi sesuai dengan Pasal 280 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009.

Sanksi buat pelanggar dengan kurungan dua bulan atau denda maksimal Rp 500.000, selain itu jika tidak membawa STNK dikenakan Pasal 288 Ayat 1 hingga memalsukan STNK dikenakan Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana selama enam tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.