Sepasang Solusi agar Honda Kembali Bangkit di MotoGP

Kompas.com - 24/06/2022, 10:42 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil buruk di MotoGP 2022 membuat kinerja Honda disorot banyak pihak. Pada GP Jerman, empat pebalap Honda tidak ada yang meraih poin dan merupakan terburuk sepanjang 40 tahun tim berkarir di balap MotoGP.

Oscar Haro, mantan direktur olahraga tim satelit LCR Honda, mengatakan, Honda atau dalam hal ini Honda Racing Corporation (HRC) mesti segera berbenah agar tidak makin tertinggal rival-rivalnya.

Haro mengatakan, cara paling mudah untuk mengubah keadaan terpuruk ini ialah mengganti jajaran pabalap. Haro bahkan mengusulkan untuk menganti semua pebalap kecuali Marc Marquez.

Baca juga: Layanan Analisa Pelumas untuk Kendaraan Industri

Ofisial LCR Honda sedang mempersiapkan motor RC213V milik Alex Marquez menjelang dimulainya hari kedua tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Sabtu (12/2/2022).KOMPAS.com/ Hafidz Imaduddin Ofisial LCR Honda sedang mempersiapkan motor RC213V milik Alex Marquez menjelang dimulainya hari kedua tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Sabtu (12/2/2022).

“Saya pikir kita semua tahu apa yang salah. Saya membayangkan akan ada pergantian tiga pebalap kecuali Marc Marquez,” ujar Haro, seprti dilansir Tuttomotoriweb.it, Jumat (24/6/2022).

Selain itu, kata Haro, masalah Honda dalam tiga musim terakhir ini bukan cuma soal motor dan pebalap di lintasan, melainkan juga masalah keputusan manajerial di level atas.

Menurut Haro, departemen balap Honda harus sepenuhnya dipindahkan ke Eropa untuk mempercepat evolusi dan pengembangan komponen baru.

"HRC tidak masalah dengan pengendara, tetapi pabrikan lain telah mengambil tiga langkah. Satu-satunya yang tahu bagaimana memeras motor itu adalah Marc Marquez,” ujarnya.

Baca juga: [VIDEO] Sidak Paddock Tim Formula E Nissan

Honda RC213V milik tim LCR Honda Castrol tunggangan Alex MarquezDok. LCR Honda Honda RC213V milik tim LCR Honda Castrol tunggangan Alex Marquez

Haro mengatakan, departemen balap mesti dipindah ke Eropa agar proyek yang ada cepat terealisasi. Departemen terpisah akan mengembangkan apa yang dibutuhkan tim secara lebih cepat.

"Mentalitas pabrikan Jepang tidak cukup hanya meminta swingarm yang lebih panjang, lebih pendek atau lebih kaku, semuanya membutuhkan proses studi, proyek, insinyur, tes pebalap," ungkap dia.

"Saya pikir mereka harus berubah, jika mereka ingin menjadi yang terdepan mereka harus berubah, seperti di Formula 1, di mana hampir semuanya dilakukan di Eropa,” kata Haro.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.