Serupa tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Transmisi Matik CVT dan AT

Kompas.com - 24/06/2022, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Secara umum, transmisi mobil dibagi menjadi dua yaitu manual dan matik. Kemudian, ternyata transmisi matik dibagi lagi menjadi dua tipe yang berbeda, yaitu automatic transmission (AT) dan continous variable transmission (CVT).

Masih banyak yang belum paham perbedaan mendasar dari kedua jenis transmisi matik ini. Meskipun tidak terlihat jelas, ada beberapa hal yang membedakan antara AT dengan CVT, mulai dari komponennya hingga tarikan mobil saat pedal gas diinjak.

Pemilik bengkel spesialis matik Worner Matic Hermas Efendi Prabowo menjelaskan, perbedaan transmisi AT dan CVT terletak pada rasio pembentuk gigi.

Baca juga: Ketahui Arti Huruf pada Tuas Transmisi Matik Daihatsu New Sirion

"Rasio input dan output-nya. Kalau pada transmisi matik AT, terutama untuk AT konvensional, basisnya adalah planetary gear set. Jadi, planetary gear set inilah yang membentuk rasio gigi satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya," ucap Hermas saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/6/2022).

Planetary gear set merupakan sebutan gigi gear yang terpasang pada mobil, bekerja untuk mengatur transmisi kendaraan. Sementara pada transmisi matik CVT, yang dipakai adalah pulley primer dan pulley sekunder yang dihubungkan oleh sabuk baja atau steel belt.

Kemudian, perbedaan juga terletak pada jumlah friction clutch dan steel clutch. Jumlah friction clutch dan steel clutch pada transmisi matik tipe AT terbilang lebih banyak.

Tuas transmisi mobil matik- Tuas transmisi mobil matik

Baca juga: Viral, Video Konvoi Pajero Dikawal Mobil Polisi Terobos Macet

"Biasanya untuk transmisi matik yang AT konvensional, jumlah friction clutch dan steel clutch-nya lebih banyak. Kalau pada CVT, paling enam untuk frictionsteel bisa tujuh atau delapan. Tapi kalau yang AT, friction-nya bisa sampai 18, 20. Bahkan untuk tipe-tipe tertentu yang mobil power-nya gede, bisa sampai di atas 30 keping. Begitu juga dengan steel clutch-nya," ucap Hermas.

Lalu, ada atau tidaknya torque converter juga menjadi salah satu pembeda antara transmisi matik AT dengan transmisi matik CVT. Torque converter merupakan komponen sistem pemindah tenaga, menghubungkan putaran mesin dengan transmisi otomatis.

Baca juga: Kejadian Lagi, Mobil Jatuh Kelontang Saat Cuci Hidrolik

Komponen ini isinya adalah minyak transmisi. Torque converter juga menjadi pembeda antara mobil manual dengan matik. Komponen ini bekerja sebagai kopling otomatis, peredam getaran pada mesin, dan meningkatkan momen yang dihasilkan mesin.

"Untuk torque converter, untuk beberapa tipe transmisi matik CVT tidak dilengkapi dengan torque converter. Seperti, contohnya, transmisi CVT matik Honda, yang generasi awal tahun 2003 sampai 2008. Untuk AT, sebagian besar umumnya dilengkapi dengan torque converter," ucap Hermas.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa mobil transmisi matik CVT keluaran sekarang umumnya juga dilengkapi dengan torque converter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.