Ganti Pelek Mobil, Pasang Spacer dan Adaptor Jangan Asal

Kompas.com - 25/02/2022, 10:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengganti pelek roda jadi salah satu cara paling umum dalam modifikasi mobil. Saat memasang pelek aftermarket dengan ketebalan offset yang kurang dari standar, umum digunakan spacer sebagai pengganjal yang dipasang sebelum pelek.

Sesuai namanya, spacer berfungsi memberikan jarak antara tromol dengan pelek agar roda tidak mentok dan menggesek komponen pada kaki-kaki mobil. Berkat spacer, permasalahan pelek yang kandas saat mobil berbelok bisa teratasi.

Meski begitu, apakah aman memasang spacer sebagai pengganjal pelek?

Baca juga: Hyundai Patenkan Teknologi Pintu Belakang Model Geser ke Atas

Bambang Widjanarko, Independent Tire & Rim Consultant, menjelaskan bahwa penggunaan spacer sah-sah saja. Namun wajib diingat, spacer yang dipasang harus berkualitas bukan replika hasil cetakan logam produksi rumahan.

Pasang adaptor untuk mangakali lubang dan ukuran pelek yang tak sama dengan rumah pelek.Donny Apriliananda Pasang adaptor untuk mangakali lubang dan ukuran pelek yang tak sama dengan rumah pelek.

"Spacer yang baik tidak akan pecah jika dibuat dengan bahan yang sesuai. Teknik pencetakan juga sangat berpengaruh. Salah teknik akan terjadi penggumpalan logam dan hasil cetakan akan keropos. Logam harus benar-benar cair saat akan dicetak," kata Bambang kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Ia pun juga mengingatkan saat memasang spacer haruslah kencang. Kondisi kaki-kaki dalam keadaan bersih tidak ada kerak lumpur atau tanah.

Baca juga: Motor Pakai Pelat Nomor Thailand Siap-siap Didenda Rp 500.000

Hal yang sama juga harus diperhatikan saat memasang adaptor pelek. Adaptor berfungsi untuk mengakali pemasangan pelek modifikasi yang lubang baut dan ukurannya tidak sama dengan rumah pelek.

Apabila tromol atau drat baut pelek kotor, lama-lama spacer atau adaptor akan melonggar. Sebab ketika mobil berjalan, kerak kotoran tersebut akan rontok karena getaran.

Pilihan pelek aftermarket untuk SUVSTANLY RAVEL Pilihan pelek aftermarket untuk SUV

Ini yang menyebabkan posisi baut yang sebelumnya dianggap sudah kencang jadi longgar. Ketika sudah longgar dan dipaksa berjalan maka risikonya komponen ini mudah retak bahkan pecah.

Baca juga: Senjata Lampu Sorot Bus DAMRI yang Bertugas di Kalimantan

"Jika spacer retak atau pecah, belum sampai pada tingkatan resiko yang bisa mengakibatkan kecelakaan karena spacer hanya bersifat pengganjal antara tromol dengan pelek. Berbeda dengan adaptor. Ini karena adaptor menjadi tempat pegangan pelek. Adaptor pecah bisa menyebabkan roda lepas," kata Bambang.

Bambang menyarankan sebisa mungkin tidak menggunakan kedua komponen tersebut. Sebab tromol dan pelek standar sudah didesain dengan batas toleransi seminimal mungkin agar tetap aman.

Sebagai tambahan, tidak disarankan memasang spacer atau adaptor ketika mobil kerap digunakan untuk perjalanan lintas daerah dengan kondisi jalan yang beragam. Pada dasarnya penggunaan komponen ini lebih ditujukan untuk sisi gaya, bukan utilitas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.