Mitos atau Fakta, BBM Kualitas Rendah Memperpendek Usia Busi?

Kompas.com - 20/02/2022, 17:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih dijumpai pemilik mobil yang tidak mematuhi rekomendasi pabrikan terkait bahan bakar minyak (BBM) untuk mobilnya. Tidak sedikit pemilik yang membeli bensin atau solar hanya menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

Padahal kualitas BBM tidak hanya mempengaruhi performa mesin, tapi juga mempengaruhi usia pakai sejumlah komponen, salah satunya yakni busi.

Busi sendiri berperan penting menjadi pemantik dalam proses pembakaran dalam mesin kendaraan. Sementara kualitas pembakaran yang dihasilkan sangat bergantung pada mutu BBM yang digunakan.

Baca juga: Apa Fungsi Tombol Overdrive pada Tuas Transmisi Mobil Matik?

Ilustrasi mobil mengisi BBM di SPBU Pertamina. Pertamina telah menaikkan harga BBM per 12 Februari 2022. Berapa harga BBM Pertamina terbaru?Dok. Pertamina Ilustrasi mobil mengisi BBM di SPBU Pertamina. Pertamina telah menaikkan harga BBM per 12 Februari 2022. Berapa harga BBM Pertamina terbaru?

Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, menuturkan bahwa jika rutin memaksa penggunaan BBM berkualitas rendah tak sesuai rekomendasi pabrikan, maka bisa dipastikan usia busi akan ikut terdampak.

“Saat oktan bahan bakarnya rendah, maka pembakarannya kurang sempurna. Hasilnya, bisa menimbulkan jelaga atau residu, sehingga bisa memperpendek umur busi,” ujar Suparna kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Namun, ia mengatakan bahwa tidak ada perhitungan yang pasti mengenai persentase pengurangan usia pakai busi ketika pemilik mobil terus memaksakan penggunaan BBM kualitas rendah.

Baca juga: Pasokkan Alphard Terus Berkurang, Ini Penjelasan Toyota Indonesia

Ilustrasi memasang busi mobilhttps://www.2carpros.com/ Ilustrasi memasang busi mobil

Suparna mencontohkan, dengan rata-rata interval penggantian busi dilakukan tiap jarak tempuh 40.000 kilometer, apabila sering menggunakan BBM beroktan rendah, interval penggantian bisa memendek bahkan hingga setengahnya.

Sebab busi yang digunakan terus menerus tertutup oleh jelaga atau residu hasil pembakaran yang tidak sempurna. Hal tersebut berujung pada busi yang cepat rusak.

“Kenapa bisa berkurang, karena jelaga tadi menutupi busi. Sehingga, busi sering mengalami overheat dan mempercepat matinya busi,” kata Suparna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.