Apa Fungsi Tombol Overdrive pada Tuas Transmisi Mobil Matik?

Kompas.com - 19/02/2022, 09:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil dengan transmisi matik menjadi pilihan bagi sebagian orang di Indonesia terutama di daerah perkotaan. Hal ini dikarenakan pengoperasiannya yang lebih mudah daripada mobil manual.

Pengendara mobil matik harus mengetahui fungsi dari panel tuas transmisi matik. Pada beberapa jenis mobil matik memiliki fitur overdrive, yang penempatannya berupa tombol di sekitar tuas transmisi.

Baca juga: Siswi SMP Masuk Tol Japek karena Salah Pilih Menu Google Maps

Secara umum, fitur ini berguna ketika mobil hendak menyalip atau berada di jalan menanjak.

Tombol overdrive biasanya ditandai dengan logo ‘O/D’, yang bilamana ditekan justru bakal non-aktif. Jadi dalam keadaan normal, overdrive sebetulnya telah aktif.

Tombol Overdrive di mobil matik konvensional Tombol Overdrive di mobil matik konvensional

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, mengatakan, ketika ditekan fitur ini akan memunculkan simbol ‘O/D Off’ di layar instrumen atau MID (Multi Information Display).

Baca juga: Pengendara Motor Tertabrak Mobil di Tol Cikampek, Ini Kata Pengelola

“Fungsi utama overdrive adalah untuk membatasi sistem percepatan perpindahan gigi. Artinya transmisi tidak bekerja dengan seluruh perbandingan gigi yang tersedia. Misal pada mobil 4-percepatan, transmisi bekerja hingga rasio gir ketiga saja,” kata Hermas kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Hermas menjelaskan, secara teknis ketika overdrive dalam keadaan Off, maka putaran transmisi maksimal akan sama dengan putaran mesin.

Sementara bila overdrive dibiarkan dalam kondisi On, alias tidak ditekan, maka putaran transmisi akan lebih besar dari putaran mesin.

Tombol Overdrive di tuas transmisi Mitsubishi Xpander Tombol Overdrive di tuas transmisi Mitsubishi Xpander

Namun ketika menon-aktifkan overdrive konsekuensinya konsumsi BBM jadi lebih boros. Sebab dengan transmisi otomatis yang menahan transmisi di gigi maksimal 3, maka putaran mesin akan meraung lebih tinggi.

Di lain sisi, torsi mobil memang jadi lebih besar. Tak heran jika penggunaan overdrive ideal dimatikan saat membutuhkan tenaga atau putaran besar untuk mendorong mobil saat berada di tanjakan atau saat menyalip.

Baca juga: Lihat Langsung Bagaimana Sasis Bus Diantar ke Karoseri

Sementara ketika melaju normal, semisal di jalan tol, baiknya dinon-aktifkan agar mendapat konsumsi BBM lebih baik, hingga kecepatan yang lebih tinggi.

Sedangkan, ketika mobil menghadapi tanjakan curam atau terjebak macet dengan kondisi jalan merayap, sebaiknya bukan hanya tombol overdrive yang dipencet. Tapi tuas transmisi harus diturunkan ke posisi 2 atau 1.

Dengan begitu, torsi mobil akan menjadi lebih besar dan membuat mesin lebih ringan melaju di medan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.