Mitsubishi Fuso Fokus Jualan Truk Listrik Mulai 2030

Kompas.com - 29/12/2021, 11:12 WIB
Mitsubishi Fuso eCanter, salah satu truk listrik yang sudah dikenalkan di dunia. efuso.jpMitsubishi Fuso eCanter, salah satu truk listrik yang sudah dikenalkan di dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mitsubishi Fuso memutuskan untuk berhenti memasarkan mesin pembakaran internal 2030. Pada momen tersebut, perusahaan ini bakal fokus di truk dan bus bermesin listrik serta hidrogen.

Melansir Nikkei Asia, Selasa (28/12/2021), keputusan Mitsubishi Fuso menyetop penjualan mesin pembakaran internal merupakan langkah mengikuti rencana Pemerintah Jepang yang hendak mewajibkan penggunaan mesin listrik untuk seluruh truk ringan di negara tersebut mulai 2040.

Secara bertahap, Mitsubishi Fuso akan beralih ke model truk dan bus baru bertenaga baterai listrik dan fuel cell hidrogen. Sebagai langkah pertama, kapasitas produksi kendaraan niaga bertenaga listrik atau fuel cell hidrogen dibuat sebanyak 30 persen mulai 2023.

Baca juga: Bocoran Suzuki Burgman 150, Calon Pesaing PCX 160 dan NMAX 155

Perlahan mesin pembakaran internal bakal dikurangi produksi dan pemasarannya, hingga akhirnya benar-benar resmi dihentikan pada 2030 tersebut.

Truk listrik eCanterKOMPAS.com/Gilang Satria Truk listrik eCanter

Induk perusahaan Mitsubishi Fuso, Daimler Trucks, juga sudah mengumumkan upaya peralihan ke mesin tenaga listrik secara penuh ditargetkan selesai pada 2039.

Di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors pernah memamerkan truk listrik dengan nama Fuso e-Canter pada 2020. Sayangnya, hingga saat ini truk listrik tersebut belum ada kabar resmi bakal dipasarkan di Tanah Air.

Baca juga: Mitsubishi Menanggapi Kabar Colt L300 Berhenti Produksi di Indonesia

Seperti yang diketahui, Pemerintah Indonesia masih gencar menyosialisasikan kendaraan listrik. Adanya angkutan umum bertenaga listrik tentu jadi sebuah langkah besar.

Namun demikian Fuso e-Canter belum diputuskan akan ditawarkan kepada konsumen Indonesia atau tidak.

“Meski begitu, kami akan mengenalkan sampel dari e-Canter tahun depan, pada Januari atau Februari untuk mengetahui mengenai adaptasi kendaraan listrik sekaligus bagaimana respon konsumen di pasar Indonesia," ujar Naoya Takai, Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, dalam konferensi pers belum lama ini.

Takai menyebutkan, pihaknya bakal segera mengambil keputusan apakah hendak merilis e-Canter di Tanah Air atau tidak, paling lambat Juni 2022. Ia pun berharap pada 10 tahun ke depan pasar kendaraan listrik bisa meningkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.