Pejalan Kaki Merupakan Pengguna Jalan yang Paling Tinggi

Kompas.com - 24/11/2021, 17:01 WIB
Pemotor menaiki trotoar karena tidak adanya penghalang trotoar di Cililitan KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Pemotor menaiki trotoar karena tidak adanya penghalang trotoar di Cililitan
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak jarang hak pejalan kaki diambil oleh pengendara sepeda motor. Pemotor sembrono dengan berbagai alasan berjalan di atas trotoar untuk pejalan kaki.

Adapun UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), telah mengakomodasi pengutamaan untuk melindungi pejalan kaki, anak-anak, orang tua, dan kaum difabel.

Baca juga: Yamaha Sediakan Gratis Uji Emisi untuk Konsumen

Pejalan kaki yang mengenakan masker untuk mencegah virus corona,berjalan di antara pohon bunga yang mekar di distrik Yeouido, Seoul, 5 April 2020.AFP/ED JONES Pejalan kaki yang mengenakan masker untuk mencegah virus corona,berjalan di antara pohon bunga yang mekar di distrik Yeouido, Seoul, 5 April 2020.

Pemerhati masalah transportasi, Budiyanto mengatakan, jalan kaki merupakan bentuk dasar transportasi manusia mengingat setiap perjalanan pasti dimulai dan diakhiri dengann berjalan kaki.

"Sehingga merupakan suatu keniscayaan bahwa pejalan kaki layak ditempatkan pada hierarki tertinggi dalam berlalu lintas untuk mendapatkan situasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan pada ruang lalu lintas," katanya Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Juara Dunia WSBK 2021, Toprak Razgatlioglu Belum Lirik MotoGP

Pengendara motor bahu-membahu mengangkut beton di trotoar depan TPU Menteng Pulo, Jalan Casablanca, Setiabudi, bisa lewat.Instagram/@infia_fact Pengendara motor bahu-membahu mengangkut beton di trotoar depan TPU Menteng Pulo, Jalan Casablanca, Setiabudi, bisa lewat.

Bagi pemotor yang berjalan di atas trotoar bisa ditindak. Sebagaimana tertulis pada Pasal 106 ayat dua (2), di mana setiap pengendara wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda.

Adapun hukuman diatur dalam Pasal 284 yang berbunyi, "pengendara kendaraan bermotor yang tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau sepeda, diancam dengan denda lima ratus ribu rupiah (Rp 500.000) atau kurungan maksimal dua bulan."

Terkait hak dari pejalan kaki, tertulis di pasal 131 UU No 22/2009 tentang LLAJ sebagai berikut:

1. Pejalan Kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.
2. Pejalan Kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang Jalan di tempat penyeberangan.
3. Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pejalan Kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan keselamatan dirinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.