Nasib LCGC Masih Gantung Pasca-Carbon Tax

Kompas.com - 16/11/2021, 07:42 WIB
Daihatsu Ayla, Honda Brio, dan Toyota Agya adalah para pemain di segmen LCGC GRIDOTO.com/RIANTO PRASETYODaihatsu Ayla, Honda Brio, dan Toyota Agya adalah para pemain di segmen LCGC

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih belum menentukan nasib program Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) alias Low Cost Green Car (LCGC) tahun ini.

Pasalnya, dengan diterapkan harmonisasi instrumen pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah No.73 Tahun 2019, segmen tersebut tidak lagi mendapat keistimewaan.

Dengan aturan yang berlaku 16 Oktober 2021 itu, LCGC dikenakan tarif 15 persen dengan dasar pengenaan pajak (DPP) 20 persen dari harga jualnya atau PPnBM sebesar 3 persen.

Baca juga: Gaikindo Ajukan Insentif Pembelian Mobil Tahun Depan

Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah.DOK. ASTRA DAIHATSU MOTOR Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah.

Sementara beberapa kendaraan berkapasitas 1.500 cc ke bawah lainnya, masih diberikan insentif PPnBM-DTP hingga Desember 2021 sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 169 Tahun 2021.

Sehingga, secara praktis akan membuat harga LCGC di dalam negeri tidak lagi murah atau setara dengan produk roda empat lain. Guna pertahankan program ini, dibutuhkan petunjuk pelaksanaan dari PP 73/2019

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi saat dikonfirmasi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita masih belum dapat memastikan keberlanjutan program LCGC usai berlaku harmonisasi PPnBM yang baru.

"LCGC masih jalan. Kita berupaya memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan, bisa melalui electric vehicle, program LCGC, sampai dengan hidrogen," katanya di ICE BSD, Tangerang, belum lama ini.

Keadaan tersebut juga diamini Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi dalam kesempatan sama. Kendati demikian, asosiasi mengaku masih terus lakukan lobi.

Baca juga: Alasan Honda Tak Kerek Harga LCGC meski Carbon Tax Bergulir

 

Honda Brio Satya CVTKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Honda Brio Satya CVT

"Komunikasinya masih terus berjalan, masih dalam proses," katanya.

"Namun rincian program yang diajukan untuk LCGC ini, terus terang saya tidak hapal. Nanti dilihat lagi," tambah Nangoi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.