Tanggapan Pebalap Indonesia soal Kargo Ducati Dibuka Ilegal Panitia WSBK Mandalika

Kompas.com - 11/11/2021, 16:12 WIB
Tangkapan layar media motorsport asal Swiss Speedweek.com yang menulis kalau seorang panitia lokal di Sirkuit Mandalika membuka secara ilegal boks kargo Ducati dan mengutak-atik motor tim pabrikan milik Michael Rinaldi jelang WSBK Mandalika (19-21 November 2021). TANGKAPAN LAYARTangkapan layar media motorsport asal Swiss Speedweek.com yang menulis kalau seorang panitia lokal di Sirkuit Mandalika membuka secara ilegal boks kargo Ducati dan mengutak-atik motor tim pabrikan milik Michael Rinaldi jelang WSBK Mandalika (19-21 November 2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar kurang baik datang dari gelaran WSBK 2021 yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam berita yang ditayangkan oleh media asing menyebutkan bahwa panitia lokal dari MGPA (Mandalika Grand Prix Association) diduga membuka secara ilegal boks kargo Ducati dan "mengutak-atik" motor pebalap pabrikan mereka Michael Rinaldi.

Baca juga: Toyota Resmi Luncurkan Avanza dan Veloz Terbaru, Harga Rp 200 Jutaan

Berita tersebut tentu saja merugikan Indonesia karena nantinya Indonesia bakal menggelar ajang balap Internasional di Sirkuit baru kebanggaan Indonesia tersebut.

Menanggapi kasus ini, salah satu pebalap motor Indonesia yang berkecimpung di ajang balap internasional mengatakan, bahwa dia sangat kecewa dan tindakan tersebut akan merugikan Indonesia.

suasana penurunan barang kargo Boeing 777 F di Bandara LombokHumas Bandara Lombok suasana penurunan barang kargo Boeing 777 F di Bandara Lombok

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kasus seperti kemarin itu tidak bagus lah, apalagi kan Indonesia mau balik lagi jadi penyelenggara event balap Internsional kan. Jadi ya sangat disayangkan," kata salah satu Rider Indonesia kepada Kompas.com, Kamis (11/11/2021).

Pebalap tersebut mengatakan, yang berhak membuka kargo dari sebuah tim balap hanyalah bea cukai negara dan tim itu sendiri. Selain itu panitia ataupun petugas tidak berhak untuk membuka bahkan mengotak-atiknya.

Baca juga: Viral, Video Rombongan Pemotor Pepet Pengemudi Mobil di Sentul

"Itu yang khusus buka itu (boks kargo) harusnya cuma bea cukai kan harusnya. Nah itu kan juga disegel, dan yang harus buka itu tim," kata dia.

Menurutnya, kalau sampai ada barang yang hilang dari kargo tersebut tentunya nama Indonesia yang akan menjadi tercemar di mata dunia. Bukan hanya itu, pihak sirkuit dalam hal ini MGPA juga akan menderita kerugian.

"Yang pasti yang dirugikan yang bangun sirkuit juga termasuk, kan itu bangun anggarannya juga besar. Kemudian penyelenggaraan event yang tadinya mau jangka panjang mungkin dari penyelenggaran juga agak takut. Ini WSBK, tahun depan rencananya MotoGP pihak penyelenggara race seperti Dorna kan juga bisa saja takut," jelas dia.

suasana penurunan barang kargo Boeing 777 F di Bandara LombokHumas Bandara Lombok suasana penurunan barang kargo Boeing 777 F di Bandara Lombok

"Pastinya kan mencoreng nama baik Indonesia yang padahal evennta baru akan berjalan nih nanti," tambah dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.