Solusi Mobil Listrik Murah, Pabrikan Bikin LCGC Bertenaga Baterai

Kompas.com - 17/10/2021, 12:21 WIB
Stok mobil listrik global mencapai 10 juta unit pada tahun 2020, 41 persen lebih tinggi dari tahun 2019 REUTERS via DW INDONESIAStok mobil listrik global mencapai 10 juta unit pada tahun 2020, 41 persen lebih tinggi dari tahun 2019
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Penetrasi mobil listrik atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia masih terbilang rendah. Pemerintah bersama asosiasi menyarankan pabrikan agar bisa membuat mobil listrik khusus berharga murah.

Sony Sulaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, mengatakan, perlu adanya insentif untuk menekan harga jual mobil listrik.

Salah satu yang dilakukan untuk mendorong penurunan harga saat ini, pemerintah telah memberikan insentif berupa pembebasan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan listrik.

Baca juga: Tampang Toyota Avanza Veloz Generasi Baru Bocor, Begini Visualnya

Ilustrasi baterai mobil listrik Nissan Leafassemblymag.com Ilustrasi baterai mobil listrik Nissan Leaf

"Tentunya kami juga mendorong beberapa pabrikan pemegang merk untuk memproduksi city car,” ujar Sony, dalam webinar Quo Vadis Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi (15/10/2021).

“Ini bisa menarik bagi konsumen di Indonesia, hanya saja dukungan infrastruktur menjadi sangat penting," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, harga masih menjadi ganjalan utama perkembangan mobil listrik di Indonesia untuk saat ini. Sebagai gambaran, harga rata-rata harga BEV masih berada pada kisaran Rp 600 jutaan. Menghadirkan mobil listrik murah dianggap jadi satu solusi.

Baca juga: Diskon PPnBM Dihapus, Harga LCGC Tidak Murah Lagi

 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu, Ketua V Gaikindo Shodiq Wicaksono, mengatakan, pihaknya mencatat penetrasi pasar kendaraan listrik di Indonesia masih rendah dan belum mencapai 1 persen terhadap penjualan mobil di dalam negeri.

Penetrasi yang masih rendah juga diiringi infrastruktur berupa charging station yang masih terbatas dan industri komponen utama baterai yang masih dalam proses pembangunan, baru akan berproduksi pada 2024.

Oleh karena itu, Shodiq mendorong produsen untuk mengembangkan mobil listrik harga terjangkau.

"Kita sudah melihat hasil implementasi LCGC (low cost green car) yang dikembangkan 2013. Apabila kita bisa mengembangkan kendaraan listrik dengan harga terjangkau, itu bisa jadi salah satu pendekatan," kata Shodiq dalam kesempatan yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.