Benarkah Carbon Tax Bisa Rangsang Penjualan Sedan?

Kompas.com - 06/10/2021, 19:01 WIB
Test Drive Toyota Corolla Altis Hybrid Kompas.com/DioTest Drive Toyota Corolla Altis Hybrid
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Tak lama lagi aturan skema pajak di Indonesia bakal berubah mengikuti hasil emisi gas buang atau carbon tax, yang rencananya berlaku mulai 16 Oktober 2021.

Hal ini sesuai dengan aturan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2021, di mana tarif PPnBM tidak lagi ditentukan dari bentuk bodi seperti sedan atau bukan, penggerak 4x2 atau 4x4, dan sebagainya.

Menarik melihat skema pajak terbaru, di mana sedan di bawah 3.000 cc yang sebelumnya dikenakan PPnBM 30 persen, turun menjadi 15 persen.

Baca juga: Catat, Ini Besaran Denda yang Harus Dibayar Penunggak Pajak Kendaraan

Sedan Toyota Vios jadi salah satu pilihan di IIMS 2018Kompas.com/Setyo Adi Sedan Toyota Vios jadi salah satu pilihan di IIMS 2018

Untuk diketahui, tren penjualan sedan di Indonesia memang rendah dalam beberapa tahun terakhir. Gaikindo mencatat pada 2019 penjualan ritelnya bisa mencapai 6.791 unit.

Namun pada 2020, penjualan mobil lima penumpang ini turun menjadi 5.131 unit. Sementara pada Januari-Agustus 2021, baru mencapai 3.690 unit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantas bagaimana proyeksi penerimaan sedan pasca carbon tax? Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan, penjualan sedan belum bisa mengalahkan MPV dalam waktu dekat.

Baca juga: Catat, Ini Biaya Resmi Bikin SIM C per Oktober 2021

Honda Civic Type RIstimewa Honda Civic Type R

“Soal carbon tax bakal mengubah peta persaingan penjualan mobil yang selama ini didominasi MPV adalah dua hal yang berbeda,” ujar Martinus, kepada Kompas.com (5/10/2021).

Carbon tax akan menghantam kendaraan berpenggerak motor bakar hambur polusi, apapun jenisnya, apakah itu sedan, SUV, city car ataupun MPV,” kata akademisi dari Institut Teknologi Bandung ini.

Martinus mengatakan, meningkatnya penjualan sedan secara signifikan tampaknya belum akan terjadi dalam dekade ini.

Baca juga: Avanza Baru Jadi FWD, Apa Kelebihan Mobil Penggerak Roda Depan?

Ilustrasi interior Toyota Alphard generasi pertamaautoevolution Ilustrasi interior Toyota Alphard generasi pertama

“Saat ini pasar masih dikuasai oleh segmen konsumen baby boomers yang masih melihat konsep kendaraan keluarga adalah kendaraan yang memiliki kapasitas banyak untuk mengangkut keluarga besar sebanyak mungkin,” ucap Martinus.

Menurutnya, perubahan tren dari mobil tiga baris ke dua baris justru dipengaruhi oleh peralihan dari generasi baby boomers ke gen Z, yang lebih cenderung memegang konsep keluarga inti yang kecil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.