PPKM Diperpanjang, Ada Ganjil Genap di Sukabumi

Kompas.com - 13/08/2021, 17:01 WIB
Sistem ganjil genap di Sumedang dinilai tidak efektif, Selasa (27/7/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHSistem ganjil genap di Sumedang dinilai tidak efektif, Selasa (27/7/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4,3, dan 2. Perpanjangan PPKM ini dilakukan pada 10-16 Agustus 2021.

Guna mendukung kebijakan tersebut, Polres Sukabumi akan menerapkan aturan ganjil genap di sejumlah ruas jalan untuk kendaraan pribadi mulai Jumat (13/8/2021).

“Kebijakan ini dilakukan menindaklanjuti diperpanjangnya masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang di keluarkan pemerintah pusat demi menekan angka penyebaran virus Covid-19,” ucap Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Anggota DPR Juga Punya Pelat Nomor Khusus, Ini Cirinya

Lokasi penerapan berada sepanjang lintasan di pusat kota atau Jalan Siliwangi, ganjil genap ini hanya diberlakukan pada pukul 08.00 WIB-11.00 WIB dan pukul 14.00 WIB-17.00 WIB.

“Pengecualian bagi Damkar, ambulans atau mobil jenazah, tenaga kesehatan, kendaraan dinas, angkutan umum, angkutan online, angkutan logistik atau sembako dan kondisi darurat lainnya,” kata dia.

Ilustrasi sistem ganjil genap kendaraan.KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Ilustrasi sistem ganjil genap kendaraan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sementara, untuk titik cek poinnya mulai dari Simpang Jangilus hingga Simpang Pelita. Kendaraan pribadi yang tidak sesuai (plat nomor ganjil atau genap) pada hari itu akan diputarbalikan,” lanjutnya.

Dedy juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan mobilitas yang tidak perlu, kecuali yang bersifat mendesak dan tetap patuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Jadi Motor Klasik, Harga Honda Monkey Z50 Tembus Ratusan Juta Rupiah

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP. Riki Fahmi Mubarok membenarkan hal itu. Namun kebijakan tersebut masih tahap uji coba sebagai upaya menekan mobilitas masyarakat.

“Iya cuma di situ saja sekalian uji coba saja. Ini hanya uji coba saja, apabila ada yang melanggar hanya teguran, untuk imbauan dengan adanya mobilitas ganjil genap masyarakat harus patuh saja,” kata Riki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.