Jeep Indonesia Tarik Grand Cherokee yang Terlibat Kecelakaan Fatal

Kompas.com - 20/07/2021, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT DAS Indonesia Motor selaku general distributor merek Jeep di Tanah Air mengaku akan menindaklanjuti kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan model Grand Cherokee di Tol Kanci, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (15/7/2021) lalu.

Pasalnya, saat terjadi benturan fitur keselamatan mobil tidak mampu beroperasi secara optimal. Bahkan, tak ada satu pun kantung udara atau airbag yang menggembung guna melindungi pengemudi.

Dikatakan Chief Operating Officer DAS Indonesia Motor, Dhani Yahya, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, salah satunya adalah ke Fiat Chrysler Automobiles (FCA).

Baca juga: Kecelakaan Fatal, Mantan Bos Jeep Indonesia Tuntut Prinsipal Fiat Chrysler

Kecelakaan Jeep GC di Tol Kanci, Kamis (15/7/2021) Kecelakaan Jeep GC di Tol Kanci, Kamis (15/7/2021)

"Kami DAS Indonesia Motor pertama-tama menyampaikan rasa sangat prihatin dan bersimpati yang sangat dalam atas kecelakaan tersebut. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa maupun cedera serius," katanya saat dihubungi, Senin (19/7/2021).

"Kini kami berusaha melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, salah satunya menarik Jeep Grand Cherokee 3.6L terkait ke bengkel resmi dan sementara disimpan untuk kebutuhan investigasi," tambah Dhani.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku sudah melakukan komunikasi kepada prinsipal, yakni FCA dan memberikan initial report.

Kemudian, pihak DAS juga akan segera mengirimkan surat pengaduan konsumen dan laporan Kepolisian yang baru diterimanya pada Minggu kemarin. Supaya, tindakan lanjutan bisa cepat dilakukan.

Hanya saja Dhani memperkirakan penyelesaian kasus ini akan cukup memakan waktu karena melonjaknya kasus pandemi Covid-19 di Indonesia sehingga menghambat ruang gerak pihak investigator.

Baca juga: Imbas Krisis Semikonduktor, Produksi Otomotif dan Suku Cadang Melambat

Jeep GC Summit 2015 kecelakaan, Kamis (15/7/2021) Jeep GC Summit 2015 kecelakaan, Kamis (15/7/2021)

"Kami sebagai General Jeep Distributor Indonesia berkomitmen mengawasi proses ini sebaik-baiknya, dan kami yakin dari prinsipal kami akan melakukan penyelidikan yang komprehensif, menyeluruh dan transparan, untuk dapat menyelesaikan kejadian ini dengan baik," kata Dhani.

Pada pemberitaan sebelumnya, Jeep Grand Cherokee yang dikendarai mantan bos distributor Jeep terdahulu, Garansindo, yakni Muhammad Al Abdulah atau biasa disapa Memet, mengalami kecelakaan di Tol Kanci mengarah ke Jawa Tengah.

Kejadian ini membuat mobil yang dikemudikannya ringsek pada sisi depan dan kiri. Mobil menabrak truk saat menghindari kendaraan lain di jalur tersebut.

Memet mengaku selamat, namun kecewa sebab perangkat keselamatan seperti airbags dan Active Brake Collision System (ABCS) tidak bekerja.

Padahal di atas kertas, SUV gagah mewah itu memiliki 5 airbags, di antaranya driver airbag, passenger airbag, front head airbag, rear head airbag, dan front side airbag. Memet mengaku, sudah mengadukan hal itu kepada perwakilan Jeep Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.