Benarkah Simpan Hand Sanitizer di Kabin Bisa Bikin Mobil Terbakar?

Kompas.com - 20/07/2021, 06:41 WIB
. SHUTTERSTOCK.

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah lonjakan kasus Covid-19, hand sanitizer menjadi salah satu perangkat wajib yang kerap dibawa kemana pun saat berpergian guna mencegah penularan virus tersebut.

Hal ini lantaran hand sanitizer memiliki bahan dasar alkohol yang diklaim bisa membunuh kuman dan bakteri. Selain itu, hand sanitizer juga sangat praktis dan dianjurkan bila masyarakat tidak bisa mencuci tangan dengan air mengalir.

Kendati demikian, ketika membawa hand sanitizer saat berpergian sebaiknya berhati-hati, jangan sampai meninggalkannya di dalam mobil.

Baca juga: Imbas Krisis Semikonduktor, Produksi Otomotif dan Suku Cadang Melambat

Pasalnya, menurut Otoritas Kesehatan Singapura (HSA), perilaku itu bisa berisiko menyebabkan kebakaran. Dalam keterangan tertulisnya, dijelaskan bahwa hand sanitizer secara umum memiliki sifat yang mudah terbakar, terlebih jika kandungan alkoholnya tinggi yakni di atas 70 persen.

Ketika hand sanitizer terpapar matahari secara langsung dengan panas tertentu, akan membuat adanya penguapan dan risiko meledak (keluarnya percikan api). Sementara interior mobil, tak sedikit terdapat bahan yang mudah terbakar seperti jok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi mobil terbakarfunnyordie.com Ilustrasi mobil terbakar

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Yenny Meiliana mengatakan, hal ini harus diuji kembali secara komperhensif apakah ada penyebab lainnya yang membuat mobil terbakar atau tidak.

“Umumnya hand sanitizer memiliki kandungan alkohol sebesar 70 persen, itu masih aman untuk suhu di bawah 50 derajat, apalagi dalam keadaan tertutup. Kecuali suhunya benar-benar panas, itu bisa menguap. Jadi perlu dikaji ulang apakah mungkin komponen yang ada di dalam kendaraan bisa menjadi pemicu hand sanitizer tersebut bisa terbakar,” ucap Yenny saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Toyota Aqua, Hybrid Terbaru Dibanderol Mulai Rp 260 Jutaan

Hal serupa juga diungkap oleh Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna yang mengatakan, bahwa hand sanitizer bisa saja terbakar dengan sendirinya jika kondisi suhu sangat panas (ekstrem).

“Logikanya mobil dijemur seharian saja dengan kondisi bahan bakar yang terisi penuh masih aman. Jadi secara garis besar potensi terbakar itu mungkin ada, tapi akan ada banyak faktor yang memengaruhi, seperti panas yang ekstrem dan lain sebagainya,” kata Suparna.

Suparna menambahkan, jika memang terpaksa parkir di tempat panas sebaiknya biasakan kaca mobil dibuka sedikit agar ada sirkulasi udara.

“Kalau parkirnya lama dan minim pengawasan, barang-barang yang potensial terbakar itu sebaiknya jangan ditinggal di dalam kabin,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.