Kemenhub Gelar Vaksinasi Gratis bagi Awak Bus di 12 Terminal

Kompas.com - 15/07/2021, 10:42 WIB
Sejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANSejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya mengetatkan aturan dan melakukan tes acek antigen, menyambut libur Idul Adha Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan menggelar vaksinasi gratis di 12 terminal Tipe A.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, vaksinasi dilakukan untuk para mitra transportasi darat, mulai dari pengemudi bus, kondektur, agen, tenant di terminal, sampai pengemudi angkutan perkotaan.

"Kami menyelenggarakan vaksinasi di 12 terminal Tipe A. Ini sudah dirapatkan, dan kita juga sudah melaksanan vasksinasi dengan Dinas Kesehatan setempat di Terminal Mengwi Bali, dari 8-13 Juli," ucap Budi dalam dalam konfernesi pers virtual persiapan penyekatan Idul Adha, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Pengusaha AKAP Keluhkan Pengawasan dan Maraknya Bus Tak Berizin

Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Foto diambil pada Selasa (4/5/2021).KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Foto diambil pada Selasa (4/5/2021).

Untuk penyelenggaraan di 12 terminal Tipe A, Kemenhub menargetkan sebanyak 10.000 vaksin. Hingga saat ini, berdasarkan data sudah ada 7.173 yang mendaftar, sementara potensi tambahannya sebesar 2.827.

Budi menjelaskan, untuk menghindari adanya kerumunan, maka proses vaksinasi dilakukan dengan cara mendaftar lebih dulu. Sementara untuk lokasi terminalnya sebagai berikut ; 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Terminal Pakupatan, Serang, Banten
2. Terminal Guntur Garut, Jawa Barat
3. Terminal Indihiang, Tasikmalaya, Jawa Barat
4. Terminal Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat
5. Terminal Bulupitu Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah
6. Terminal Tirtonadi, Surakarta, Jawa Tengah
7. Terminal Arjosari, Malang, Jawa Timur
8. Terminal Gayatri, Tulungangung, Jawa Timur
9. Terminal Kertonegoro, Ngawi, Jawa Timur
10. Terminal Purabaya, Surabaya, Jawa Timur
11. Terminal Pulogebang, DKI Jakarta
12. Terminal Kampung Rambutan, DKI Jakarta

Baca juga: Ini Pengendara yang Tidak Diwajibkan Bawa Sertifikat Vaksin Selama PPKM Darurat

"Pelaksanaan vaksinasi di 12 terminal tipe A ini kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI, dan Polri. Mulai 15 Juli kita lakukan untuk wilayah Jawa Barat dulu, ada di Garut, Tasikmalaya, dan Bandung," kata Budi.

Bus trans Jawa pertama tengah menunggu penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (!4/2/2019) pagi.Dok. PO Putera Mulya Sejahtera Bus trans Jawa pertama tengah menunggu penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (!4/2/2019) pagi.

Selain itu, Kemenhub juga sudah menyediakan 7.700 tes antigen gratis yang dikhususkan bagi sopir truk di empat dermaga besar, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.

Lebih lanjut Budi mengingkatkan pelaku perjalanan agar mematuhi protokol kesehatan dan melengkapi syarat sesuai aturan.

Akan ada 1.065 titik penyekatan yang dilakukan Korlantas Polri dalam menyambut libur Idul Adha dengan seleksi yang ketat. Hanya para pekerja di sektor esensial dan kritikal yang dizinkan, dan khusus perjalanan wilayah aglomerasi wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

Kemenhub juga akan lebih mengiatkan tes acak antigen kepada calon penumpang di beberapa terminal tipe A.

Baca juga: PPKM Darurat, Ini Kendaraan yang Bebas Melintas Jalur Transjakarta

Pengecekan PPKM Darurat Ketapang-GilimanukDok. Ajie Panatagama Pengecekan PPKM Darurat Ketapang-Gilimanuk

"Menyangkut protokol yang ada di kami sesuai SE 49 tahun 2021, jadi ada perubahan dari SE 43 tahun 2021 yaitu bagi yang di wilayah aglomerasi. Yang masih diizinkan melakukan perjalanan yaitu sektor esensial dan kritikal ini sudah ada dalam Instruksi Mendagri," ucap Budi.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X