Begini Penjelasan Soal Pajak Karbon yang Mau Dipungut 2022

Kompas.com - 07/07/2021, 07:22 WIB
Ilustrasi emisi kendaraan. jillseymourukip.orgIlustrasi emisi kendaraan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam Revisi Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP), pemerintah rencananya akan memungut pajak karbon pada 2022.

Yon Arsal, Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan, mengatakan, pengenaan pajak karbon sejalan dengan isu perpajakan dunia.

Menurutnya, dunia internasional sedang bergerak menuju green environment yang lebih sehat dan sustainable untuk jangka yang lebih panjang bagi generasi selanjutnya.

Baca juga: Sudah Tahu Arti Tiga Huruf Akhir di Pelat Nomor Kendaraan?

Karyawan yang sedang bekerja di pabrik mobil Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.Reuters Karyawan yang sedang bekerja di pabrik mobil Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.

“Kita makanya dalam salah satu RUU KUP kita, yang sekarang sedang diproses akan segera dibahas di dalam rapat-rapat panja (panitia kerja) di DPR,” ujar Yon, dalam webinar yang disiarkan Youtube Ditjen Anggaran (6/7/2021).

“Selain cukai yang kita expand, kita masukan di sana salah satunya mengenai pengenaan pajak karbon,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun dalam pengenaan pajak karbon, Yon mengatakan, harus ada koordinasi yang jelas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Baca juga: PPKM Darurat, Ini 9 Titik Lokasi Penyekatan di Depok

Kepadatan kendaraan di tol dalam kota di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (7/5/2013). Persoalan kemacetan menjadi persoalan yang mendera Jakarta karena pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan penambahan infrastruktur jalan.
KOMPAS/PRIYOMBODO Kepadatan kendaraan di tol dalam kota di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (7/5/2013). Persoalan kemacetan menjadi persoalan yang mendera Jakarta karena pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan penambahan infrastruktur jalan.

“Kalau pajak karbon kan di daerah ada pajak kendaraan bermotor, ini walaupun tidak persis sama, tetapi kan objek yang dipajaki kemungkinan kurang lebih ada di arah sana,” ucap Yon.

“Jadi mungkin nanti kita akan dalam perluasan basis ini, kita akan sangat memperhatikan juga tidak semata-mata jenis pajak yang ada di pusat, tapi juga akan akan kita akan kombinasikan dengan pajak-pajak yang ada di daerah,” tuturnya.

Sebelumnya, dari RUU KUP yang kami himpun, menjelaskan bahwa subjek pajak karbon adalah orang pribadi atau badan yang membeli barang yang mengandung karbon atau melakukan aktivitas yang menghasilkan emisi karbon.

Baca juga: Avanza Main Potong Lajur Xpander, Begini Etika Menyalip yang Aman

Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021

Rencananya, besaran tarif pajak karbon minimal Rp 75 per kilogram (Kg) karbon dioksida ekuivalen (CO2e) atau satuan yang setara.

Nantinya uang pajak yang didapat dari pajak karbon akan digunakan sebagai upaya dalam rangka mengendalikan perubahan iklim.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.