Kompas.com - 09/06/2021, 18:01 WIB
Seorang tukang ganjal mendorong sepeda motor yang tidak kuat nanjak saat melintas pada arus balik H+2 Lebaran di Tanjakan Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMISeorang tukang ganjal mendorong sepeda motor yang tidak kuat nanjak saat melintas pada arus balik H+2 Lebaran di Tanjakan Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada anggapan bahwa skutik loyo di tanjakan. Terutama motor matik berkapasitas kecil. Torsi dan tenaganya kurang mumpuni menaklukkan tanjakan terjal.

Head Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, pada dasarnya semua motor butuh teknik berkendara untuk menghadapi tanjakan. Khusus untuk skutik sebaiknya mengambil ancang-ancang dengan jarak yang cukup.

Baca juga: Siap-siap, Kawasaki Bakal Luncurkan Motor Baru

Agus mengatakan, ketika mulai menaiki tanjakan usahakan menjaga kecepatan agar kuat menaiki tanjakan. Jangan buka gas penuh saat masih di bawah sehingga kehabisan tenaga.

Perjalanan menuju Geopark Ciletuh, yang penuh kelokan, turunan, dan tanjakan curam, Sabtu (23/6/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Perjalanan menuju Geopark Ciletuh, yang penuh kelokan, turunan, dan tanjakan curam, Sabtu (23/6/2018).

"Pada saat di tanjakan jangan langsung buka gas secara penuh, pastikan untuk membuka gas secara perlahan agar torsi mesin dapat maksimal. Karena kerja sabuk pada motor matik tidak seperti gear pada kendaraan manual," kata Agus kepada Kompas.com, belumlama ini.

Agus menyarankan, jika jalanan sedang lengang bisa pakai trik dengan melakukan zig-zag. Dengan berjalan zig-zag, jalan menjadi lebih landai karena jalurnya tidak tegak vertikal tapi berjalan miring.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: The New Audi A5 Sportback dan Coupe Sapa Sultan di Indonesia

Sebuah mobik Damri yang mengangkut 21 penumpanh terbalik di kawasan tanjakan Gunung Parang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Jumat (24/7/2020)Indra Sebuah mobik Damri yang mengangkut 21 penumpanh terbalik di kawasan tanjakan Gunung Parang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Jumat (24/7/2020)

"Jika berjalan secara zig-zag masih belum bisa dan mesin kendaraan sudah tidak kuat lagi, kurangi beban kendaraan. Entah mengurangi beban bawaan atau penumpang yang turun," ucap Agus.

Selain teknik berkendara, Agus mengatakan pastikan bahwa motor dalam kondisi sehat. Cek bagian mesin terutama pada v-belt untuk kendaraan matik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X