Soal Ganjil Genap, Ini Penjelasan Dishub DKI Jakarta

Kompas.com - 04/06/2021, 06:39 WIB
Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengaku masih melakukan kajian mendalam bersama beberapa pihak terkait mengenai penerapan kembali kebijakan ganjil genap (gage) di Ibu Kota.

Pasalnya, bila tidak dimatangkan aturan pembatasan mobil pribadi ini berpotensi menjadikan transportasi umum klaster penyebaran virus corona alias Covid-19 baru.

"Belum diterapkan, sampai saat ini kita menunggu hasil kajian," kata Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Ganjil Genap Ingin Diberlakukan Lagi, Polda Metro Jaya Berikan Syarat Ini

Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

Adapun salah satu rekomendasi dari pihak terkait yang ditunggu oleh Dishub DKI Jakarta ialah Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) usai melakukan diskusi virtual beberapa waktu belakangan.

Syafrin juga mengatakan kebijakan tersebut nantinya akan tetap mempertimbangkan aspek penanganan Covid-19 serta melihat skala kebijakan Covid-19 secara nasional dan daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tentu banyak masukan, kami masih menunggu rekomendasi teknis terkait dengan hasil webinar, hasil rekomendasi itu pun akan kami kaji secara komprehensif," kata dia.

"Oleh Pak Gubernur (Anies Baswedan) tetap keselamatan warga Jakarta itu prioritas utama. Oleh sebab itu, seluruh kebijakan diambil secara terintegrasi dari kebijakan pusat-daerah," tambah Syafrin.

Baca juga: Solusi Atasi Kemacetan Tanpa Penerapan Ganjil Genap

Ilustrasi tilang pada pelanggar lalu lintas pengguna mobil di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang, Selasa (10/9/2019)KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI Ilustrasi tilang pada pelanggar lalu lintas pengguna mobil di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang, Selasa (10/9/2019)

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyebut bahwa belakangan ini pemberlakuan kembali gage di DKI Jakarta kembali mencuat.

Hal tersebut sejalan dengan adanya peningkatan volume kendaraan di Ibu Kota dalam beberapa waktu terakhir. Tetapi, mengingat ada pandemi, aturan ini tidak bisa begitu saja dijalankan.

"Kenapa? Karena ini masih pandemi dan ketika ada ganjil genap pasti ada perpindahan dari penggunaan mobil pribadi ke transportasi umum," kata dia di kesempatan terpisah.

"Nah, angkutan umumnya siap tidak? Kalau di Sudirman-Thamrin mungkin iya tapi kalau di ruas lainnya bagaimana? Kalau memang ada MRT, TransJakarta memadai, dan angkutan lainnya mungkin sah-sah saja," tambah Sambodo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.