Solusi Atasi Kemacetan Tanpa Penerapan Ganjil Genap

Kompas.com - 03/06/2021, 18:41 WIB
Foto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar. AFP/ADEK BERRYFoto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Lalu lintas kendaraan di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir mulai sering mengalami kemacetan seperti sebelum masa pandemi.

Penerapan ganjil genap dengan segera disebut-sebut bisa menjadi solusi permasalahan tersebut. Padahal jika ganjil genap diterapkan dapat berimplikasi pada meningkatnya penyebaran virus corona.

Ki Darmaningtyas, Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) pun mengungkap sejumlah solusi untuk mengatasi kemacetan tanpa penerapan ganjil genap.

Baca juga: Harga Baru Toyota Avanza dengan Diskon PPnBM 50 Persen

Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

“Pertama, sterilisasi halte-halte reguler, kalau halte TJ kan sudah jelas,” ujar Tyas, dalam webinar yang diselenggarakan Dewan Transportasi Kota Jakarta (2/6/2021).

“Halte reguler yang dipasangi rambu bus stop, yang saat ini dipakai untuk pangkalan angkot, ojol, PKL, yang mempengaruhi kenyamanan maupun proses naik turun penumpang,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, sterilisasi trotoar dari parkir mobil maupun motor. Seperti diketahui, banyak trotoar yang sudah direnovasi dan diperlebar malah dipakai untuk parkir kendaraan.

Baca juga: Ini Penyebab Tikus Suka Bikin Sarang di Ruang Mesin

Uji Coba Perluasan Ganjil GenapKOMPAS.com/Gilang Uji Coba Perluasan Ganjil Genap

Kemudian, pembenahan traffic light di jalur TJ agar lebih memprioritaskan TJ. Penambahan bus stop di rute-rute non koridor dan mikrotrans. Hingga memperbanyak tempat parkir sepeda di halte-halte TJ.

“Dan paling penting kampanye ‘ayo naik angkutan umum lagi’, ini penting karena menurut saya dari beberapa pengamatan, tampaknya memang minim,” ucap Tyas.

Menurutnya, selama ini kita hanya memperhatikan kendaraannya, tetapi bagaimana mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan umum itu kurang.

Baca juga: Innova Bentrok dengan Mobil Polisi Saat Lawan Arah, Jadi Jalan Mundur

Sejumlah penumpang menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Sejumlah penumpang menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.

“Usulan konkret saya kembali ke kampanye pentingnya menggunakan angkutan umum massal. Bahwa naik angkutan umum massal itu selamat, aman, nyaman, dan angkutan umum massal bukan klaster penyebab Covid-19,” kata Tyas.

“Naik angkutan umum massal itu murah, hemat BBM, dan mengurangi polusi, kemudian kampanye kembali ke sepeda. Saya kira ini kita kembali ke 10-15 tahun lalu,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X