Skutik Libas Turunan Tajam, Jangan Tutup Gas

Kompas.com - 15/04/2021, 19:51 WIB
Ilustrasi motor Otomania/Setyo AdiIlustrasi motor
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Motor matik merupakan motor yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Dengan penggunaan yang praktis dan efisien, motor model ini dapat dengan mudah digunakan oleh siapa saja.

Namun dengan sistem mekanisme yang simpel tersebut ada beberapa kekurangan yang dimiliki oleh motor matik.

Salah satunya pada saat melewati turunan terjal, motor matik tidak terlalu memiliki engine brake atau sesuatu yang dapat menahan mesin seperti yang dimiliki motor manual.

Baca juga: Bandel Lawan Arah Saat Macet, Fortuner Dipaksa Jalan Mundur

Agus Sani selaku Head of Safety Riding Promotion Wahana mengatakan ada perbedaan cara yang dilakukan ketika berkendara di turunan terjal untuk motor matik dan manual.

Kalau motor manual lebih dapat menghemat rem karena dibantu dengan engine brake. Sedangkan untuk motor matik ada beberapa cara untuk melewati turunan terjal dengan aman.

Berkendara motor matikStanly/Otomania Berkendara motor matik

"Sementara untuk motor matik, engine brake juga dapat dilakukan namun tidak sekuat yang dapat dilakukan oleh motor manual," kata Agus kepada Kompas.com, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Fiz-R Banyak Dicari, Simak Kisaran Harga Seken Yamaha F1ZR

Ada cara tersendiri untuk melewati turunan terjal menggunakan motor matik. Menurut Agus salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan tidak menutup gas secara penuh.

Dengan menutup gas secara penuh di turunan maka yang akan terjadi adalah motor matik seperti los, atau bisa digambarkan seperti posisi gigi netral di motor manual.

Hal ini berbahaya karena tumpuan penahan beban hanya akan dibebankan pada rem kendaraan.

Karena praktis tak sedikit yang menyepelekan cara mengendarai skutikFoto: Wahana/Istimewa Karena praktis tak sedikit yang menyepelekan cara mengendarai skutik

Selanjutnya gunakan rem belakang untuk menahan beban kendaraan. Karena kalau menggunakan rem depan yang ditakutkan adalah tumpuan beban berada di depan yang mengakibatkan bahaya.

Apalagi jika jalan berpasir hal itu akan lebih berbahaya lagi, bisa terpeleset kemudian terjatuh dari motor.

Baca juga: Lebih Transparan dan Terukur, Ujian Praktik SIM Kini Pakai E-Drives

Hal yang lebih aman adalah menggunakan kedua rem secara bersamaan, namun tetap harus bagian terbesar diberikan kepada rem belakang. Fungsi rem depan hanya digunakan untuk mengimbangi rem belakang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X