Ribuan Unit Terjual, Toyota Indonesia Pastikan Kesiapan Elektrifikasi

Kompas.com - 09/04/2021, 10:12 WIB
Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019. CUTENKPerjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut era elektrifikasi, Toyota Indonesia menggaku sudah memiliki persiapan yang cukup matang. Baik dalam hal produk, pelayanan purnajual, sampai kesiapan hulu alias produksi.

Dari segi produk, Direktur Pemasaran PT Astra Toyota Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan, sejak 2009 Toyota sudah mulai memasarkan produk elektrifikasinya.

Bahkan seiring pilihan model yang makin lengkap, baik dari hybrid, PHEV, hingga listrik murni berbasis baterai, dari segi penjualan populasinya juga sudah mencapai ribuan unit di Indonesia.

Baca juga: Meluncur Besok, Innova Edisi 50 Tahun Toyota Indonesia Dijual Terbatas

"Sejak 2009 Toyota sudah meluncurkan produk-produk elektrifikasi dan sampai sekarang line-up makin lengkap dengan 10 pilihan dari, hybrid, PHEV, dan EV," ucap Anton dalam diskusi virtual perayaan 50 Tahun Toyota di Indonesia, Kamis (8/4/2021).

Toyota C-HR Hybrid di GIIAS 2019 Toyota C-HR Hybrid di GIIAS 2019

"Sampai dengan Februari di tahun ini, kita sudah menjual lebih dari 4.000 unit produk elektrifikasi dan rasanya ini akan berkembang semakin pesat karena line-up juga makin banyak," kata dia.

Kesiapan

Toyota C+Pod dan ComsDOK. TOYOTA INDONESIA Toyota C+Pod dan Coms

Menurut Anton, elektrifikasi bagi Toyota sendiri jadi hal yang sangat penting, karena dari pemerintah juga sudah sangat diminta dan diarahakan.

Baca juga: Toyota Mau Boyong Program Elektrifikasi ke Lima Lokasi Wisata Lain

Walau dari segi persantase penjualan belum signifikan, tapi Toyota Indonesia sudah mulai melakukan ragam persiapan dari jauh-jauh hari, termasuk dalam hal layanan penjualan dan purnajual.

Toyota Prius Hybrid di GIIAS 2019KOMPAS.com/STANLY RAVEL Toyota Prius Hybrid di GIIAS 2019

"Pertama-tama yang kita siapkan adalah bagaimana diler, baik tenaga penjual dan utamanya lagi mekanik di workshop, mulai dari peralatan, keahlian, training, dan sebagainya sudah disiapkan," ujar Anton.

"Ke depannya, dengan TMMIN kami juga mulai persiapkan masalah recycle, karena ini kan baterai bukan mesin, jadi memang total ekosistem elektrifikasi dari hulu ke hilir sudah kami pikirkan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X