IBC Resmi Terbentuk, Menteri BUMN Buka Kerja Sama dengan 3 Kriteria

Kompas.com - 31/03/2021, 09:42 WIB
Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETSIlustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah untuk memproduksi baterai kendaraan listrik melalui kolaborasi Badan Usaha Milik Negera (BUMN), akhirnya terwujud dengan diresmikannya Indonesia Battery Corporation (IBC).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pembentukan IBC menjadi strategi pemerintah khususnya Kementerian BUMN, untuk memaksimalkan potensi sumber daya mineral di Tanah Air.

"Kita ingin menciptakan nilai tambah ekonomi dalam industri pertambangan dan energi, terutama nikel yang menjadi bahan utama baterai Electric Vehicle (EV), mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik, dan memberikan kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan," ucap Erick, dalam keterangan resminya, Jumat (26/3/2021) lalu.

Baca juga: Indonesia Dirikan Perusahaan Pengembang Baterai Kendaraan Listrik

Tak hanya itu, Erick juga mengatakan dengan adanya IBC, tentu juga menjadi pintu investasi skala besar yang membuka banyak lapangan pekerjaan, khususnya bagi generasi muda.

Peresmian Indonesia Battery Corporation (IBC)BUMN.go.id Peresmian Indonesia Battery Corporation (IBC)

Hal tersebut lantaran IBC juga akan melibatkan kerja sama dengan pihak asing yang sudah menguasai teknologi dan pasar global guna membentuk entitas patungan disepanjang rantai industri EV battery.

Mulai dari pengolahan nikel, material precursor dan katoda, hingga battery cell, pack, energy storage system (ESS), dan recycling.

Menurut Erick, hingga saat ini telah dilakukan penjajakan kepada beberapa perusahaan global yang bergerak di industri baterai EV, seperti dari China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa.

Baca juga: Peta Jalan Pengembangan Baterai EV di Indonesia sampai 2027

"Kita terbuka untuk bekerja sama dengan siapapun. Hanya saja harus memenuhi tiga kriteria, yakni mendatangkan investasi pada sepanjang rantai nilai, membawa teknologi, dan pasar regional atau global," kata Erick.

Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di FatmawatiPertamina Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati

Menurut dia, ketiga syarat tersebut cukup penting agar seluruh rantai nilai pada industri EV battery dapat dibangun secara terintegrasi melalui sinergi yang strategis. Sesuai dengan rencana awal soal ekosistem kendaraan listrik yang ingin dibentuk dari hulu hingga hilir.

IBC sendiri merupakan konsorsium empat BUMN yang bergerak pada sektor pertambangan dan energi, yakni PT PLN (Persero), MIND ID, PT Antam, dan PT Pertamina (Persero) yang masing-masing memegang saham sebesar 25 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X