Pertamina Bakal Konversi Kilang BBM Dukung Kendaraan Listrik

Kompas.com - 03/02/2021, 13:02 WIB
Ilustrasi logo Pertamina (Dok. Shutterstock) Ilustrasi logo Pertamina

JAKARTA, KOMPAS.com - Suka tidak suka, dengan dimulainya pengembangan industri electric vehicle (EV) di Indonesia akan mempengaruhi banyak sektor.

Selain dunia otomotif, elektrifikasi juga mempengaruhi bisnis konvensional lainnya seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diolah PT Pertamina (Persero).

Menanggapi kondisi tersebut, rupanya Pertamina sudah memiliki strategi sendiri, apalagi perusahaan energi ini juga masuk dalam empat konsorsium BUMN yang mengembangkan industri baterai EV.

Heru Setiawan, CEO Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) Pertamina mengatakan, bakal melakukan pengalihan sebagian kilang BBM yang dikonversi menjadi petrokimia untuk mendukung pengembangan industri EV.

Baca juga: Optimisme Indonesia Bangun Ekosistem Industri EV Terbesar di ASEAN

 Pengecekan kilang minyak Pertamina. (Dok. Humas Pertamina). Pengecekan kilang minyak Pertamina.

"Misi Pertamina melalui transisi energi untuk bagaimana aset yang dimiliki relevan dengan EV. Kita sadari permintaan BBM akan turun, karena itu, untuk di sisi kilang nanti akan berkonversi selain menyediakan BBM juga dikonversi sebagian kapasitasnya menjadi petrokimia yang nantinya berhubungan juga dengan EV," ucap Heru dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) Percetapatan Industri EV bersama Komisi VII DPR RI, Senin (1/2//2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Produksi petrokimia melalui sebagai kilang Pertamina yang akan dikonversi, dilakukan untuk membuat bahan baku plastik yang lebih ringan. Nantinya bakal menggantikan pelat baja pada kendaraan konvensional atau berbahan bakar fosil.

"Sebagai besar (komponen) kendaraan listrik itu dalam rangka kompensasi beratnya beterai, karena itu pelat baja akan diganti ke plastik. Makanya kami ubah ke petrokimia untuk bahan baku EV atau beterai," ujat Heru.

Baca juga: Peta Jalan Pengembangan Baterai EV di Indonesia sampai 2027

Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di FatmawatiPertamina Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati

Sementara untuk urusan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), Heru menjelaskan Pertamina ke depannya akan berkoordinasi dan menggandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Tujuannya tak lain untuk menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dengan demikian, Heru mengatakan bakal ada sinergi yang dikombinasikan antara SPBU dan SPKLU.

"Akan di-combine (SPBU) dengan SPKLU," kata Heru.

Baca juga: Permudah Pemilik Kendaraan Listrik untuk Isi Baterai, PLN Hadirkan Charge-IN

PLN dan Jasa Marga bamgun empat SPKLU di ruas tol Sirabaya-JakartaIstimewa PLN dan Jasa Marga bamgun empat SPKLU di ruas tol Sirabaya-Jakarta

Seperti diketahui, sebelumnya Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana, telah memaparkan bila konsorsium empat BUMN yang tergabung dalam Indonesia Battery Holding (IBH) telah memiliki target-target hingga 2027 mendatang.

Mulai dari pembangunan infrastruktur SPKLU dan SPBKLU oleh PLN di tahun ini, produksi dan pengolahan nikel oleh Antam dam MIND ID, manufaktur produk hilir yang akan dilakukan Pertamina, serta hal-hal lainnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.