Peta Jalan Pengembangan Baterai EV di Indonesia sampai 2027

Kompas.com - 02/02/2021, 16:31 WIB
Ilustrasi mobil listrik. The GuardianIlustrasi mobil listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Percepatan Pengembangan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahjana Wirakusumah, memaparkan roadmap pengembangan baterai dengan target hingga 2027.

Berdasarkan pemaparan Agus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin (1/2/2021), roadmap industri baterai electric vehicle (EV) tersebut juga termasuk dengan energy storage system (ESS).

"Tahun 2021, terget pencapaian adalah dimulainya pembangunan charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umun (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di seluruh Indonesia," ucap Agus, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Optimisme Indonesia Bangun Ekosistem Industri EV Terbesar di ASEAN

Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di FatmawatiPertamina Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati

Menurut Agus, sampai dengan saat ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah memiliki 32 titik SPKLU di 22 lokasi dan pilot project SPBKLU di 33 lokasi yang ada diberbagai kota.

Sementara di tahun berikutnya atau pada 2022, Agus menargetkan perusahaan-perusahaan EV sudah mulai bergerak untuk melakukan produksinya di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk produksi EV baterai dari hulu hingga hilir direncanakan akan mulai beroperasi pada 2024," kata Agus.

Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.Toyota Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.

Diketahui pada 2024 tersebut pabrik HPAL atau refining yang dimiliki PT Aneka Tambang (Antam) akan mulai beroperasi. Demikian juga untuk pabrik cathode dan precursor yang akan digarap oleh MIND ID dan Pertamina.

Baca juga: Kendaraan Listrik Diklaim Mampu Tekan Impor BBM

Pertamina dan PLN juga akan menjalankan pabrik cell to pack yang ditargetkan bakal mulai beroperasi pada 2025.

Sementara pada 2026, ditargetkan Ibu Kota Baru akan dibanjiri dengan kendaraan listrik dengan mengadopsi 100 persen EV.

Indonesia Battery Holding (IBH) merupakan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdiri dari PT PLN, PT Pertamina, MIND ID, dan Antam.

Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasiSHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETS Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi

 

Tujuan pembentukannya guna membangun ekosistem kendaraan EV di Indonesia dengan membuat pabrik baterai sehingga bisa menjadi pemain besar.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.