Jadi Pengemudi Truk, Terampil Saja Tidak Cukup

Kompas.com - 24/03/2021, 11:42 WIB
Truk pengangkut gabah terguling setelah menyeruduk toko di Jalan Brawijaya, Mangli, Jember, Kamis (18/3/2021). (SURYA.CO.ID/SRI WAHYUNIK)Truk pengangkut gabah terguling setelah menyeruduk toko di Jalan Brawijaya, Mangli, Jember, Kamis (18/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjadi pengemudi truk di Indonesia sebenarnya tidak begitu sulit. Bahkan, banyak yang mengatakan kalau pengemudi truk berasal dari kernet, lalu naik tingkat dan jadi pengemudi.

Namun sayang, akibat proses menjadi pengemudi yang hanya berdasarkan pengalaman ini, mereka hanya sekadar bisa. Padahal membawa truk yang memiliki dimensi serta berat yang besar sangat berisiko melukai pengguna jalan lain.

Tidak jarang kita lihat kecelakaan yang melibatkan truk dan akhirnya menghasilkan korban jiwa. Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, minimnya kemampuan memahami permasalahan dan pelaksanaan tata tertib yang ada masih ditemui pengemudi truk di Indonesia.

Baca juga: Catat, Ini 41 Lokasi Baru Kamera Tilang Elektronik di Jakarta dan Sekitarnya

Pihak kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara, Rabu (10/3/2021).Dok. Satlantas Polres Gresik Pihak kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara, Rabu (10/3/2021).

“Dia bisa saja terampil, tapi dia tidak mampu memahami bahaya yang ada. Misalnya seperti tidak tahu kapan harus mengganti gigi perseneling saat tanjakan atau turunan, ini permasalahan pola pikir,” ucap Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terampil saat mengemudikan truk artinya lebih kepada hard skill, sedangkan kemampuan termasuk dalam soft skill. Kemampuan pengemudi dalam membaca kondisi bahaya dan situasi masih kurang.

Soft skill meliputi karakter, intelegensi, moralitas, keimanan, komitmen, empati dan tanggung jawab. Lemahnya soft skill masih menjadi masalah pengemudi truk di Indonesia,” kata Jusri.

Baca juga: Hari Ini 12 Polda Resmi Berlakukan Tilang Elektronik, Ini Lokasinya

Jusri mengingatkan, mengubah perilaku pengemudi truk tidak hanya dari diri pengemudinya, melainkan perusahaan juga harus ikut bertanggung jawab. Harus ada pemberlakuan sistem atau peraturan yang meliputi dari hulu ke hilir.

“Dari perusahaannya ikut bertanggung jawab, seperti memberi pelatihan kepada pengemudi dan lainnya. Penegakkan hukumnya juga harus sampai ke perusahaan, kalau enggak dilakukan, kecelakaan yang melibatkan truk akan terus terjadi,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.