Tips Pasang Spacer atau Adaptor yang Aman di Pelek Mobil

Kompas.com - 24/03/2021, 10:12 WIB
Spacer (kiri) dan proses pembuatan adaptor (kanan) di Gelora Teknik Sarinande, Fatmawati, Jakarta Selatan. Donny AprilianandaSpacer (kiri) dan proses pembuatan adaptor (kanan) di Gelora Teknik Sarinande, Fatmawati, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Modifikasi mobil yang paling mudah dilakukan, yaitu mengubah bagian kaki-kaki. Selain mengganti pelek, membuat roda terlihat lebih 'keluar' jadi gaya modifikasi tersendiri.

Dengan memasang spacer atau pengganjal yang diletakkan di antara tromol dengan pelek, tampilan roda akan terlihat lebih 'keluar' dari bodi mobil.

Selain itu, pemasangan spacer juga bertujuan agar roda tidak mentok dengan bodi mobil sewaktu berbelok.

Namun apakah aman memasang spacer guna mengubah penampilan pada kaki-kaki mobil?

Dilansir dari unggahan pada grup Facebook Motuba, ada seorang anggota grup yang menjelaskan bahwa spacer dapat retak bahkan pecah sehingga roda menjadi longgar dan beresiko terlepas.

Bambang Widjanarko selaku Tire & Rim Consultant menjelaskan bahwa sebenarnya sah-sah saja memasang spacer pada roda.

Namun dengan catatan bahwa spacer yang digunakan berkualitas produksi pabrik ternama, bukan barang replika hasil cetakan logam produksi rumahan.

Baca juga: Interior Mobil Bersih Adalah Kunci AC yang Sehat

Tangkapan layar Facebook tentang spacer yang retakAkun Facebook Francesco Bernoulli Tangkapan layar Facebook tentang spacer yang retak

"Spacer yang baik tidak akan pernah pecah jika dibuat dengan bahan yang sesuai. Sehingga terjadi penggumpalan logam dan hasil cetakan akan keropos. Teknik pencetakan juga sangat berpengaruh. Logam harus benar-benar melting, cair saat akan dicetak," kata Bambang Widjanarko saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (23/3/2021).

Bambang juga menuturkan bahwa campuran logam yang terlalu banyak mengandung besi akan membuat hasil cetakan lebih mudah retak.

Selain itu, pemasangan spacer yang tidak kencang juga bisa mengakibatkan spacer lebih berisiko retak. Hal itu dapat terjadi jika tromol atau drat baut pelek kotor akibat debu, lumpur, atau tanah yang berkerak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X