Mau Perbanyak Bus Listrik, KNKT Tanya Cara Evakuasi Saat Kecelakaan

Kompas.com - 20/03/2021, 07:02 WIB
Bus listrik Higer DOK. PT HIGER MAJU INDONESIABus listrik Higer

JAKARTA, KOMPAS.com – Perkembangan kendaraan listrik sudah merambah ke sektor niaga. Bahkan Kementerian Perhubungan sedang menyiapkan road map armada transportasi darat menggunakan bus listrik berbasis baterai.

Nantinya, semua bus yang digunakan untuk angkutan umum, sudah tidak menggunakan mesin diesel konvensional, melainkan full listrik. Rencana ini dilakukan, salah satunya demi mengurangi emisi dan polusi udara. Namun, ada hal lain yang perlu jadi perhatian.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Tranportasi Soerjanto Tjahjono mengatakan, energi listrik yang saat ini digunakan pada kendaraan listrik maupun bus listrik, memiliki tegangan yang tinggi, lebih dari 600 volt.

Baca juga: Imbas PPnBM, Daihatsu Banjir SPK Terios dan Xenia

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu dengan truk di Jalan Raya Madiun-Surabaya, di Desa Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (12/2). Satu orang tewas. ISTIMEWA Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu dengan truk di Jalan Raya Madiun-Surabaya, di Desa Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (12/2). Satu orang tewas.

“Kalau bus listrik kecelakaan, ada orang yang menolong seperti cara yang sekarang (bus konvensional) malah bisa tersengat listrik, lalu meninggal,” ucap Soerjanto dalam acara Accident Review Forum “Keselamatan Kelistrikan Mobil Bus” pada hari Kamis (18/3/2021).

KNKT meminta para stakeholder yang berkaitan dengan bus listrik, harus mampu menyelamatkan korban di bus dengan cara yang aman, jangan sampai ikut jadi korban. Karena begitu bus listrik tabrakan, khawatir adanya kabel putus atau hal lain yang membahayakan.

“Ini yang belum dipikirkan mengenai bagaimana kita me-rescue kendaraan listrik,” kata Soerjanto.

Baca juga: Motor Pakai Knalpot Bising Ditahan, Bagaimana dengan Moge?

Selain itu, Soerjanto juga mengatakan kalau dirinya pernah memeriksa bus listrik dari ATPM yang mau masuk ke Indonesia. Kejadian ini ditemukan KNKT bersama tim penguji di Pulo Gadung saat ingin memeriksa bus listrik.

“Kita terkejut, ketika kita buka, kok wiring-nya enggak memenuhi standar keselamatan, padahal bus baru dari ATPM. Kabelnya ditekuk, lalu ada yang kena pelat, lah ini sama saja dengan karoseri kita tiga tahun yang lalu,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X