Selain Kuras Oli, Cek Juga Tangki Bensin Motor Setelah Terendam Banjir

Kompas.com - 22/02/2021, 13:01 WIB
Sepeda motor terendam banjir di rumah anak Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Dimaz Raditya Soesatyo, di Kemang, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Dokumen pribadi Bambang Soesatyo Sepeda motor terendam banjir di rumah anak Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Dimaz Raditya Soesatyo, di Kemang, Jakarta, Kamis (2/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.comBanjir di wilayah Jakarta yang terjadi Sabtu (20/2/2021) dini hari membuat warga tidak sempat mengamankan kendaraannya. Motor yang disimpan di dalam rumah pun turut terendam.

Setelah banjir surut, pemilik motor jangan asal main menyalakan mesinnya. Mengingat motor yang terendam untuk waktu yang lama, ada potensi air masuk ke ruang mesin maupun tangki bensin.

Kepala Bengkel Honda AHASS Daya Motor Cibinong dan Megamendung Asep Suherman mengatakan, sebelum menyervis motor, cek dahulu seberapa tinggi air yang merendam motor, apa hanya setengah atau penuh.

Baca juga: Terpaksa Menerjang Banjir, Matikan Mesin Mobil Jika Air Setinggi Ini

Kondisi rumah warga yang terendam banjir di Jalan Nurul Hidayah, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). Longsor dan Banjir disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi.KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTO Kondisi rumah warga yang terendam banjir di Jalan Nurul Hidayah, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). Longsor dan Banjir disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi.

"Pasti kita harus cek kondisi oli mesin dahulu. Biasanya motor terendam setengah saja kita langsung cek oli mesin. Jika oli mesin bercampur dengan air sudah dipastikan motor harus lakukan servis besar," kata Herman kepada Kompas.com, belum lama ini.

Setelah mengecek mesin, teruntuk motor yang terendam melebihi posisi tangki bahan bakarnya, harus diperiksa juga. Mengingat air bisa masuk dari lubang yang kecil, ada potensi tangki bensin kemasukan air.

"Selanjutnya tangki bahan bakar, kita harus cek apakah ada air yang masuk. Jika sudah kemasukan air biasanya mekanik bisa ambil tindakan yaitu menguras," ucap Herman.

Baca juga: Tes Aprilia 2021, Best Lap Aleix Espargaro Kalahkan Marquez

Air yang masuk ke tangki akan mengendap di dasar, mengingat massa air yang lebih besar dibanding bensin. Oleh karena itu, air akan tersedot lebih dahulu oleh fuel pump, membuat motor sulit dinyalakan.

Jika dibiarkan lebih lama, air yang mengendap di dasar tangki bensin bisa menjadi penyebab bocor. Bocor ini dikarenakan air yang membuat tangki berkarat sehingga bisa keropos.

"Jika motor terendam alangkah baiknya bawa saja ke bengkel resmi terdekat, karena jika terendam banjir biasanya memang harus ditangani oleh mekanik langsung. Tapi jika hanya menerobos banjir yang tidak begitu dalam atau terendam hanya 1/4 dari ketinggian motor mungkin masih bisa dicek sendiri," katanya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X