Terpaksa Menerjang Banjir, Matikan Mesin Mobil Jika Air Setinggi Ini

Kompas.com - 21/02/2021, 13:01 WIB
Sejumlah pengemudi mobil menerjang banjir yang melanda diwilayah Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/11/2017). Akibat intensitas curah hujan tinggi dampak dari cuaca ekstrem Siklon Cempaka yang melanda kawasan pulau Jawa tersebut menyebabkan sejumlah titik wilayah Cawas dan Bayat, Kabupaten Klaten terendam banjir. ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROSejumlah pengemudi mobil menerjang banjir yang melanda diwilayah Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/11/2017). Akibat intensitas curah hujan tinggi dampak dari cuaca ekstrem Siklon Cempaka yang melanda kawasan pulau Jawa tersebut menyebabkan sejumlah titik wilayah Cawas dan Bayat, Kabupaten Klaten terendam banjir.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek membuat pengendara kendaraan bermotor kesulitan untuk melintas.

Tetapi, tidak sedikit pengemudi mobil yang nekat menerjang banjir ketika melintas di wilayah yang tergenang air.

Bahkan, tidak jarang pengemudi mengabaikan batas aman ketinggian air yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Sehingga, banyak mobil yang akhirnya terjebak banjir dan mogok ketika nekat menerabas genangan air.

Baca juga: Estimasi Biaya Perbaikan Mobil yang Rusak Usai Terjang Banjir, MInimal Rp 6 Juta

Mobil yang macet setelah menerjang banjir bisa menjadi tanda adanya masalah serius terjadinya kerusakan pada mesin.

Sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (17/1/2014). Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak pagi, membuat jalan tersebut tergenang dan diperparah sistem drainase yang kurang baik. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA Sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (17/1/2014). Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak pagi, membuat jalan tersebut tergenang dan diperparah sistem drainase yang kurang baik.

Hal ini disebabkan karena air dalam jumlah banyak masuk ke ruang bakar sehingga mengganggu kinerja pelumas yang ada di dalam mesin.

Division Head After Sales & Biz Solution CARfix Indonesia Sigit Wahyu Anggoro mengatakan, saat terpaksa menerjang banjir menggunakan mobil hal pertama yang perlu diperhatikan adalah ketinggian air.

Jika ketinggian air masih sebatas setengah ban kemungkinan masih aman untuk dilintasi menggunakan kendaraan roda empat.

Baca juga: Begini Cara Benar Keluarkan Air dari Motor yang Terendam Banjir

Tetapi, jika ketinggian air sudah melebihi ketinggian ban bahkan sampai ke bagian mesin tentunya hal ini cukup berbahaya.

“Jangan sampai air banjir setinggi mesin, bila hal itu terjadi sebaiknya segera matikan mesin,” kata Sigit kepada Kompas.com, Minggu (21/2/2021).

Suasana ketika sebuah mobil menerobos banjir yang terjadi di sekitar kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2014). Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi di kawasan ibukota yang terjadi sejak Minggu malam (11/1/2014). KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Suasana ketika sebuah mobil menerobos banjir yang terjadi di sekitar kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2014). Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi di kawasan ibukota yang terjadi sejak Minggu malam (11/1/2014).

Sigit menambahkan, ketika mesin tetap dinyalakan sementara air semakin tinggi bisa menyebabkan terjadinya water hammer.

“Sebaiknya segera telepon mobil derek atau meminta bantuan untuk memindahkan mobil, agar tidak mengalami water hammer,” ucapnya.

Baca juga: Jangan Nekat, Ini Batas Aman Sepeda Motor Terobos Banjir

Ketika mobil sudah mengalami water hammer maka biaya untuk perbaikannya juga cukup besar hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Sigit juga menyarankan, agar saat melintas di jalan yang tergenang memilih jalan yang pinggir sehingga jika harus mematikan mesin, posisi mobil berada di pinggir dan bukan di tengah jalan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X