Lebih Fleksibel, Begini Penerapan Ganjil Genap Akhir Pekan di Bogor

Kompas.com - 06/02/2021, 08:22 WIB
Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.
Penulis Ari Purnomo
|

BOGOR, KOMPAS.com - Pemkot Bogor akan menerapkan aturan ganjil genap (Gage) tiap akhir pekan, mulai Sabtu (6/2/2021).

Kebijakan pembatasan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat ini ditujukan untuk mencegah adanya kerumunan massa dan menekan angka penyebaran virus Corona.

Tetapi, Gage yang akan diterapkan setiap akhir pekan termasuk hari Jumat ini berbeda dengan yang diberlakukan di DKI Jakarta selama ini.

Kabag Ops Polresta Bogor Kota Kompol Prasetyo Purbo Nurcahyo menjelaskan, Gage di Kota Bogor tidak sama dengan yang diterapkan di Jakarta.

Baca juga: Bisa atau Tidak SIM Gantikan KTP Saat Bayar Pajak Kendaraan?

Ganjil genap di Kota Bogor lebih pada Prokes (protokol kesehatan), jadi tujuannya agar tidak terjadi kerumunan massa di kota bogor,” katanya, Jumat (5/2/2021).

persimpangan di kota bogorKompas.com/Fathan Radityasani persimpangan di kota bogor

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, Prasetyo menambahkan, bagi masyarakat yang bekerja di kota Bogor silakan tetap bekerja (seperti biasa).

Untuk memastikan bahwa mereka adalah karyawan atau pegawai di sebuah perusahaan bisa menunjukkan identitas atau kartu pegawai.

“Silakan orang yang bekerja di kota Bogor dia bisa menunjukkan identitas dia, bisa bekerja di mana, menunjukkan kartu pegawai dan lain-lain,” tuturnya.

Dengan adanya kelonggaran ini Prasetyo memastikan bahwa penerapan Gage tetap memperhatikan kondisi yang ada.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa KTP Jadi Syarat Wajib Saat Bayar Pajak Kendaraan

Diskresi dari kepolisian bersifat situasional, lebih fleksibel tidak seperti yang diterapkan di Jakarta. Kalau di Jakarta ganjil atau genap tidak boleh masuk,” ucapnya.

Pemkot Bogor menerapkan aturan ganjil genap tiap akhir pekanari purnomo Pemkot Bogor menerapkan aturan ganjil genap tiap akhir pekan

Selain itu, pihaknya juga akan memperhatikan kendaraan yang memang diperbolehkan melintas di Kota Bogor, sebagaimana yang disampaikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya.

“Kendaraan-kendaraan yang melintas juga dilihat, seperti kendaraan yang membawa bahan makanan, dan lain-lain terkait dengan penanganan covid-19 itu juga dipersilakan,” ujarnya.

Untuk operasional Prasetyo mengatakan akan dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sampai pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Satu Tahunan Bisa Diwakilkan, Ini Syaratnya

Setelah pembatasan jam operasional tersebut maka akan dilakukan penindakan bagi yang melanggar aturan.

“Pemberlakuan jam operasional mulai jam 8 pagi sampai 8 malam, setelah jam 8 malam aturan akan dilakukan penindakan. Kalau ada alasan yang bisa diterima bisa diperbolehkan,” kata Prasetyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
MOBIL-NEWS-APM
Dealer MG  Hadir  di Kota Riau, Konsep 3S, Bikin Konsumen Nyaman
Dealer MG Hadir di...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.