Upaya Operator Bus Tingkatkan Kebersihan Kabin

Kompas.com - 02/02/2021, 18:31 WIB
Terminal bus yang dikelola BPTJ DOK. BPTJTerminal bus yang dikelola BPTJ

JAKARTA, KOMPAS.comPandemi Covid-19 masih berlangsung di Indonesia. Salah satu sektor yang paling terdampak pandemi adalah transportasi umum, dalam kasus ini bus.

Kepercayaan penumpang ketika naik bus menurun. Mengingat dalam satu bus diisi oleh banyak penumpang, risiko penyebaran covid-19 di kabin bus tentunya semakin tinggi.

Berikut ini ada empat hal yang disarankan oleh Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) untuk para operator bus dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Pertama yaitu pertukaran udara yang cepat dalam kabin bus.

Baca juga: Daftar 10 MPV Terlaris di Dunia, Wuling Pertama, Alphard Keempat

Louver AC busMuhammad Alif Naufal Louver AC bus

“Berdasarkan hasil temuan, pergantian udara yang cepat secara signifikan mengurangi risiko penyebaran virus di kabin bus,” ucap Adri Budiman, Chief Technical Compartment DPP Askarindo dalam Webinar Busworld SouthEast Asia – Session 2, Selasa (2/2/2021).

Sistem ini membuat konstruksi pendingin kabin dengan melakukan sirkulasi yang baik serta ditambah udara bersih dari luar.

Kemudian yang kedua adalah pengemudi memaksimalkan kabin bus dengan udara yang segar.

Hal ini dilakukan saat bus belum berangkat, beritirahat di jalan, ketika mengemudi dan setelah beroperasi.

Saat belum berjalan, mesin menyala dan seluruh pintu dan jendela tertutup. Periksa ventilasi ac agar bersih.

Baca juga: Harga Innova Reborn di Bursa Lelang, Mulai Rp 210 Jutaan

“Kemudian saat beristirahat di jalan, buka jendela pengemudi, jendela atap dan kedua pintu agar bus terventilasi. Dalam posisi ini, ac bus dimatikan,” kata Adri.

Ketika sedang berjalan, tutup jendela pengemudi dan atap. Kemudian saat bus sudah beres beroperasi, lakukan kembali seperti bus sebelum berangkat. Kemudian yang ketiga, rekomendasi umum dalam menjaga kondisi bus agar bersih.

Social distancing bus PO Shantika Jeparainstagram/laksanabus Social distancing bus PO Shantika Jepara

Seperti tidak mengisi rak bagasi terlalu penuh agar aliran udara maksimum. Lalu melakukan perawatan AC lebih sering.

Bersihkan interor bus rutin, berikan tanda untuk saling jaga jarak antar penumpang dan lainnya.

“Terakhir ada solusi retrofit atau pemasangan beberapa komponen ke bus. Seperti memakai filter anti virus, sekat pengemudi, dispenser hand sanitizer, dan menambah udara segar dari luar dalam sistem AC,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X