Mengapa Kampas Rem Depan Mobil Lebih Cepat Aus Dibanding Belakang?

Kompas.com - 02/02/2021, 17:31 WIB
Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram. STANLY RAVEL-KOMPAS.comIlustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sistem pengereman pada mobil merupakan komponen penting pada kendaraan. Fungsi dari sistem pengereman ini tentunya untuk mengurangi laju dari kendaraan saat sedang bergerak.

Proses mengurangi kecepatan ini terjadi karena kampas rem yang bergesekan dengan cakram atau tromol. Oleh karena itu, kampas rem bisa aus karena bergesekan dengan cakram dan tromol.

Biasanya mobil penumpang menggunakan rem cakram untuk bagian depan dan tromol untuk bagian belakang.

Namun ada juga beberapa mobil yang juga memakai model cakram untuk pengereman bagian belakang.

Baca juga: 8 Pola Pikir yang Salah Saat Berkendara, Jadi Penyebab Kecelakaan

Kampas rem asli dan imitasi bisa dibedakan dari materialnya. Pada barang palsu lebih berkilau karena banyak menggunakan bahan metal sedangkan yang asli lebih kasar.Febri Ardani/KompasOtomotif Kampas rem asli dan imitasi bisa dibedakan dari materialnya. Pada barang palsu lebih berkilau karena banyak menggunakan bahan metal sedangkan yang asli lebih kasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rem belakang biasanya memiliki peran ganda, sebagai pengereman dan rem parkir. Sedangkan rem depan hanya untuk pengereman saja.

Lalu mengapa kampas rem depan yang lebih cepat aus dibanding belakang?

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi mengatakan, kampas rem depan lebih cepat aus karena distribusi rem depan yang lebih besar dibanding rem belakang.

“Distribusi rem antara 60 persen depan dan 40 persen belakang (60:40) atau 70:30 tergantung dari kendaraannya,” ucap Didi kepada Kompas.com, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Alasan Kenapa PO Bus Sumatera Jarang Berikan Servis Makan

Distribusi rem ini juga disebabkan karena beban yang didapatkan roda depan lebih besar dibanding belakang. Walaupun begitu, baik kampas rem depan maupun belakang diperiksa setiap 10.000 km.

Selanjutnya, untuk penggantian, Didi menyarankan, agar dilakukan secara bersamaan. Misalkan yang diganti kampas rem depan, maka sebaiknya keduanya diganti.

Ilustrasi tromol pada kendaraan roda empat.metalmelterscc.com Ilustrasi tromol pada kendaraan roda empat.

“Biasanya yang diganti itu dua sekaligus atau sepasang, kalau bagian depan ya yang kiri dan kanan diganti. Karena kiri dan kanan habisnya biasanya bersamaan,” ujarnya.

Begitu pula untuk kampas rem belakang, maka harus diberikan perlakuan yang sama saat melakukan penggantian kampasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.