Kemenhub Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik pada Transportasi Umum

Kompas.com - 29/01/2021, 15:01 WIB
Karyawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pemanfaatan dan penggunaan kendaraan bermotor listrik di transportasi umum akan terus didorong guna mewujudkan kadar udara yang bersih di Indonesia.

Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat era kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KLBB) yang termaktub pada Perpres 55/2019, di samping menekan ketergantungan atas bahan bakar fosil.

"Kami mendukung untuk kendaraan listrik bisa dirakit secara lokal sekaligus terus mendorong penggunaannya pada angkutan operasional dan transportasi umum," ujarnya dalam konferensi virtual, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Mobil Esemka Jadi Kendaraan Operasional BUMDes di Boyolali

Bus Listrik Damrifacebook.com/Kemenbus Bus Listrik Damri

"Di samping itu, kami juga akan memberikan insentif (fiskal dan non-fiskal) serta regulasi sebagai tahap awal penggunaan transportasi ramah lingkungan pada angkutan umum," lanjut Budi.

Jika peta jalan Kementerian Perhubungan bersama instansi terkait untuk penggunaan kendaraan listrik pada transportasi umum berjalan secara optimal, maka penciptaan ekosistem elektrifikasi di dalam negeri lancar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kesempatan sama, Budi juga menyebut bahwa energi fosil di dalam negeri tiap tahunnya semakin menipis sementara konsumsi terus alami peningkatan. Sehingga, berpengaruh pada kualitas udara khususnya Ibu Kota.

Baca juga: Bocah 14 Tahun Tabrak 8 Motor, Ini Sanksi Pengemudi yang Tak Punya SIM

Bus listrik HigerDOK. PT HIGER MAJU INDONESIA Bus listrik Higer

"Kualitas udara di DKI Jakarta, menurut Indeks Kualitas Uadara dalam keadaan normal mencapai 180-an dengan polutan 129 mikrogram (mkg) per meter kubik," paparnya.

"Sementara ambang batas normal sesuai PM 2.5 ialah 25 mkg, jadi sudah lewat. Sehingga diperlukan upaya-upaya untuk menekan hal tersebut salah satunya lewat penggunaan kendaraan listrik," lanjut Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.