Pehobi 2-Tak Bakal Bertahan Pakai Motor Meski Tak Lulus Uji Emisi

Kompas.com - 08/01/2021, 11:42 WIB
Kawasaki Ninja ZX-KRR 150 Foto: Nazar RaiKawasaki Ninja ZX-KRR 150

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta akan mulai mengetatkan aturan uji emisi gas buang kendaraan bermotor baik mobil dan sepeda motor untuk memperbaiki kualitas udara.

Kendaraan yang berusia tiga tahun atau lebih wajib melakukan uji emisi. Bila tidak maka akan dikenakan sanksi yang bakal berlaku mulai 24 Januari 2021.

Pemilik kendaraan yang tak lulus atau tak mengikuti uji emisi akan dikenakan sanksi berupa penerapan tarif parkir tertinggi dan juga tilang yang dilakukan oleh kepolisian.

Baca juga: Sanksi Tilang Uji Emisi Kendaraan Masih Digodok

Vespa Excel 150 Foto: Twitter/ Suka Mobil Tua Vespa Excel 150

Nazar Ray, pemilik Kawasaki Ninja ZX-KRR 150 tahun 2004 mengatakan belum melakukan uji emisi. Tapi walaupun nantinya tidak lulus dan ada ancaman tilang dia akan tetap memakai motornya.

"Tetap bakal saya pakai. Lagi pula peraturannya aneh berlaku surut, contoh di Jepang, motor tua masih ada cuma perawatanya oke jadi asepnya tidak banyak mencemari," katanya kepada Kompas.com, Rabu (6/1/2021).

Di sisi lain Nazar mengkhawatirkan jika uji emisi ini nantinya bakal dimanfaatkan oleh oknum. Seperti pungli atau petugas yang menilang di jalan tapi tanpa alat ukur.

Yamaha RX King Cobra Putih 1983 yang dijual dengan harga Rp 125 jutainstagram.com/arifkingpriok Yamaha RX King Cobra Putih 1983 yang dijual dengan harga Rp 125 juta

Arif alias Arif King Priok, pecinta RX-King sekaligus pedagang motor 2-tak klasik, mengatakan hal serupa, dia akan tetap memakai motor 2-tak meski nantinya tidak lulus uji emisi dan ada sanksi.

"Sebagai pehobi RX-King dan motor 2-tak, saya jujur dari hati saya bilang tidak pengaruh, karena itu hobi saya kok," katanya.

Baca juga: Uji Emisi Jadi Syarat Bayar Pajak Kendaraan, Kapan Berlaku Efektif?

Honda NSR 150 SPTyga-performance.com Honda NSR 150 SP

Alasannya kata Arif, saat ini motor 2-tak ialah motor hobi dan hanya dipakai sesekali saja. Sedangkan buat harian biasanya pemilik memakai kendaraan atau motor lain. 

"Saya hobi RX-King bukan buat harian, paling keluar kalau ada acara tertentu atau touring, sedangkan harian pakai motor lain," kata Arif.

Yamaha Alfa KOMPAS.com/Gilang Yamaha Alfa

Baik Nazar dan Arif, keduanya mengatakan sulit motor 2-tak terutama tahun tua bisa lulus uji emisi.

Arif yang viral karena menjual RX-King seharga Rp 150 juta tersebut merujuk pada RX-King 2006. Saat itu Yamaha Indonesia mengeluarkan RX-King yang sudah pakai penyaring emisi.

"RX-King bisa lolos gak? yang pakai peredam saja (catalytic converter) tidak lolos. Tidak bakal lolos, jadi kita ikuti saja pemerintah maunya seperti apa. Tapi yang jelas pelanggaran di jalan bakal banyak," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X