Understeer atau Oversteer yang Lebih Mudah Dikontrol?

Kompas.com - 07/01/2021, 18:41 WIB
Gambaran mengenai kondisi mobil jika mengalami understeer dan oversteer. wikipediaGambaran mengenai kondisi mobil jika mengalami understeer dan oversteer.

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengemudikan mobil di jalan yang basah, kerap menyebabkan mobil hilang kendali, apalagi jika kondisi ban sudah botak. Hilang kendali atau ban selip biasanya terjadi saat ban kehilangan cengkeramannya ke aspal.

Untuk mobil penggerak roda depan, jika roda depan selip, cenderung mengalami yang namanya understeer.

Sedangkan untuk penggerak roda belakang, ketika ban belakang selip, maka dinamakan dengan oversteer.

Kondisi mobil understeer, ketika setir dibelokkan, mobil tetap berjalan lurus mengikuti momentumnya.

Sedangkan oversteer, ban belakang terasa seperti ingin mengejar roda depan, sehingga bodi menjadi miring.

Baca juga: Video Viral Aksi Bajing Loncat Incar Truk Digagalkan Anggota TNI

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aquaplaningwww.autobild.de Aquaplaning

Dari kedua kasus selip ini, mana yang lebih mudah untuk dikendalikan oleh si pengemudi?

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, selip yang lebih mudah dikontrol adalah understeer dibanding oversteer.

“Hal ini disebabkan karena roda depan adalah tempatnya kendali mobil, jadi mudah dikontrol ketimbang oversteer,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Kamis (7/1/2021).

Sedangkan jika selip roda belakang atau oversteer itu untuk orang-orang awam akan sulit dikontrol. Ketika roda belakang selip, dia cenderung berputar ke depan, ingin menyalip roda depan, sehingga bodi jadi miring.

Baca juga: Korban Razia Knalpot di Ciater yang Alami Kerusakan Bisa Menuntut Balik

Mobil-mobil penggerak roda depan lebih aman jika digunakan di jalan raya. Karena lebih cenderung understeer yang mudah dikendalikan saat selip daripada penggerak belakang yang kerap oversteer.

“Penggerak roda belakang memang lebih gaya karena bisa sliding dan drifting. Namun kalau konteksnya untuk keamanan, kelancaran dan keselamatan di jalan raya, lebih baik penggerak roda depan,” kata Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X